Skip to main content

Babymoon Jepang Day 4 : Jatuh Cinta di Kyoto

Near Togetsukyo Bridge
Saya jatuh cinta. bukan, bukan dengan cewe-cewe jepangnya, tapi jatuh cinta dengan keindahan Kyoto. Kata orang yang sudah pernah ke kyoto, pemandangan disini Juara!!!, suasana kota Jepang tempo dulu, alam yang indah dan suasana yang tenang ada semua dalam kota ini. 

Kyoto adalah ibukota Jepang yang biasa disebut Edo sebelum pindah ke Tokyo pada tahun 1800an. Sayangnya saya hanya mengunjunginya 1 hari saja saat babymoon tahun 2016. Dan saya menyesal tidak menginap di kota ini. Mudah-mudahan next trip ke Jepang saya bisa menjelajahi kota ini lebih lama dan lebih dalam.

DRAMA SEBELUM BERANGKAT

Setelah seharian main di Universal Studio Osaka dan jadi cendol manusia malam sebelumnya, saya kecapekan dan terserang flu, badan saya agak hangat dan pilek saat bangun pagi-pagi sekali. 

Untungnya saya pergi bersama dokter, setelah minum obat saya memutuskan kembali tidur dan bangun agak siang, sekitar jam 9. sekalian mengistirahatkan bu istri yang juga sedang hamil. Walhasil kami membuang 1/2 hari saat hendak ke kyoto.

Kami baru sampai kyoto sekitar jam 12 siang dan melewatkan makan ramen di Ayam-Ya dekat stasiun Kyoto. Kami hanya membeli onigiri (lagi) di family mart untuk mengganjal perut.

DARI OSAKA KE KYOTO(NAIK SHINKANSEN PERTAMA KALI)

Dari Hotel kami didaerah dekat stasiun Shin-Imamiya, kami harus ke Shin-Osaka Station untuk naik Shinkansen ke Kyoto.

Ingat ya, Osaka Station dan Shin Osaka Station adalah tempat yang berbeda.

Shinkansen
Dari stasiun Shin-Imamiya kami naik Osaka Loop Line sampai stasiun Osaka, lalu berganti kereta ke Tokaido Sanyo line ke stasiun Shin-Osaka. 

Stasiun Shin-Osaka ini sangat besar, untuk menuju counter tiket Shinkansen jaraknya cukup jauh dari gate keluar kereta lokal, kami harus berjalan sekitar 15 menit. Ya mungkin karena bu istri juga sedang hamil, jadi kami berjalan sangat santai. Vending machine untuk shinkansen cukup banyak, ada juga counter ticket. Saya lebih memilih cara gampang, yaitu ke counter ticket sekalian bertanya-tanya ke petugasnya yang bahasa inggrisnya cukup lancar. 

Harga tiket dari Osaka ke Kyoto adalah 1.420 JPY, jarak osaka ke kyoto kira-kira hampir sama dengan jarak Jakarta ke Bogor. Waktu tempuhnya kalau naik Shinkansen adalah 14 menit saja, dan kalau naik kereta lokal yang berhenti di setiap stasiun hanya sekitar 30 menit.

SAGANO SCENIC RAILWAY, YANG WAJIB DICOBA DI KYOTO

Setelah sampai di stasiun Kyoto, kami melanjutkan perjalanan dengan transfer ke kereta local untuk menuju ke daerah Arashiyama. Kami naik kereta JR San-In line sampai stasiun Saga-Arashiyama.

sesampainya di stasiun Saga-Arashiyama kami membeli tiket untuk kereta wisata Sagano Scenic Railway. 

Kenapa Wajib mencoba kereta wisata ini, karena pemandangan dari kereta ini SUPER Abis !!!. Jalur kereta ini melewati pinggir sungai Katsura dan menembus bukit-bukit yang indah. Kalau musimnya pas, bunga Sakura bermekaran di sepanjang Jalur Kereta. Dan kalau lagi autumn, pemandangannya berubah menjadi daun-daun dan berguguran, Keren Parah. Sayangnya pas kami kesana pemandangannya sudah berubah semua menjadi hijau, tapi tetep keren.


Old locomotive at Saga Toroko Station

Saga Toroko Station

Sagano Scenic Railways

Inside Sagano Scenic Railways

ARASHIYAMA

Setelah membeli tiket kereta wisata, kami masih mempunyai waktu sekitar 2 jam untuk menjelajahi Arashiyama. niat awal kami ingin memutari Hutan bambu yang terkenal itu sampi Togetsukyo bridge. Tapi kok jauh ya dan makan waktu, lagipula agak kasian sama bu istri yang akan berjalan sekitar 3 Km dalam kondisi Hamil, akhirnya rencana awal dibatalkan dan kami hanya foto-foto sebentar saat memasuki Hutan Bambu Arashiyama.

Setelah foto-foto kami langsung menuju Togetsukyo Bridge, kayaknya hampir semua tempat di Arashiyama ini foto-able, sehingga kami berhenti sebentar-sebentar untuk mengambil foto.

Sesampainya di Togetsukyo bridge pemandangannya Keren Abis !!!. lihat aja sendiri dari hasil foto ini.

Jajan Mochi
Togetsukyo Bridge
Setelah duduk-duduk sebentar kami kembali ke Saga Arashiyama station karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, kami akan naik kereta wisata jam 2.30. Di sepanjang jalan banyak toko-toko souvenir dan makanan, kami mampir membeli mochi yang enak dan setoples kecil bawang wijen yang rasanya sangat enak jika dicampur Nasi dan mie goreng, saya menyesal hanya membeli 1, memang penyesalan datangnya di setelah sampai di Indonesia ya, hahaha.

Arashiyama Bammbo forest

Arashiyama Bammbo forest

KIYOMIZUDERA TEMPLE DAN GION.

Setelah menikmati pemandangan yang Super!!! dari kereta wisata kami sampai di Stasiun Toroka Kameoka Station, dan untuk kembali ke Kyoto Station kami harus ke Umahori Station yang jaraknya sekitar 500 meter. Pemandangan sepanjang jalan tidak kalah indahnya, suasana khas desa Jepang dengan sawah dan pegunungan di kejauhan menemani kami berjalan, Keren Abis!!.

Karena hanya makan onigiri, saat sampai Stasiun Kyoto kami kelaparan. Akhirnya kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu sekalian sholat Azhar dan Jamak Dzuhur di Ramen Halal Gion Naritaya.

Dari Stasiun Kyoto kami naik bis, dan untuk mengirit budged kami membeli one day bus pass seharga 500 JPY per orang (update per 2018 harganya 600 JPY/orang). Bus pas ini membuat pemakainya naik bus gratis se-Kyoto selama 1 hari. FYI, harga per trip untuk bis sekitar 130-280 JPY tergantung jarak, karena itu sangat disarankan membeli bus pass ini. Loket untuk membeli Bus Pass ini ada di pintu keluar kyoto station. Tinggal cari saja Tourist Center.
Kyoto Station

Bis Sign at Kyoto Station

Inside Kyoto Bus

Push this button to stop the bus
Untuk Naik bus di Kyoto sangat mudah, tinggal lihat saja peta dan naik bis yang dituju. Didalam bis tersedia layar informasi halte yang akan menjadi pemberhentian bis berikutnya, layarnya dalam bahasa Jepang dan Latin, dan jika sudah mendekati halte yang kita tuju cukup pencet tombol stop yang ada di dalam bis.

Setelah Makan kami terburu-buru menuju Kiyomizu dera temple yang akan tutup jam 6 sore, memang rata-rata kuil di Jepang akan tutup jam 6 sore. kami selesai makan jam 5 kurang. 

Ternyata Jalan menuju Kiyomizudera temple cukup menantang, jalannya menanjak, apalagi sore saat itu mulai gerimis, setelah berdiskusi akhirnya hanya saya sendiri yang melanjutkan perjalanan, bu istri yang tidak bisa berjalan cepat tidak masuk ke kuil dan akan menunggu di depan pintu masuk.

Sepanjang jalan menanjak sebenarnya banyak toko-toko souvenir dan makanan, tapi karena sudah memasuki waktu tutup kuil banyak dari toko yang juga mulai tutup. Bangunan tokonya hampir semua beraksen kayu dan berbentuk seperti rumah Jepang jaman old, sangat foto-able. 

Saat sampai di depan pintu masuk kuil, yang harus melewati tangga-tangga yang menguras tenaga, waktu sudah menunjukkan 5.30, tetapi loket masuk masih buka dan penjaga loket yang masih bertugas juga sangat ramah. Beda dengan disini kalau sudah mau waktu pulang, akan malas-malasan melayani pelanggan, hayo ngaku kalian.

Setelah membayar 400 JPY saya masuk ke kuil dengan tergesa karena sudah hampir jam tutup. Pemandangannya ???, wah Super Keren!!.

Otowa Waterfall inside Kiyomizudera Temple

View from Kiyomizudera Temple

Mandatory tourist Pic Kiyomizudera Temple

Otowa Waterfall inside Kiyomizudera Temple
Coba kalau bisa meikmati kuil ini lebih lama, pasti akan sangat nikmat. Saat mengambil beberapa foto, ada pengumuman lewat speaker kalau kuil akan segera tutup dan para pengunjung dipersilahkan keluar. Pintu masuk dan keluar ternyata berbeda, ikuti saja arah petunjuknya.

Saat berjalan menuju pintu keluar hujan yang tadi masih gerimis menjadi cukup deras, untung saja tadi saya sudah membeli payung untuk bu istri. tetapi saya menjadi basah kuyup dan sedikit kedinginan, apalagi suhu di jepang saat itu sedang 16 derajat.

Setelah keluar kami melanjutkan perjalanan mengekslor Gion, tempat para Geisha yang terkenal itu. Sayangnya saat itu hujan masih turun. Dan mungkin para Geisha tidak berani keluar karena takut bedaknya luntur.

Daerah Gion membuat saya Jatuh Cinta lagi, suasana Jepang Tempo dulu sangat terasa disini, ditambah lampu-lampu yang indah menyala saat malam, Super Keren pokoknya.

Gion Kyoto at Rainy day

old Japanese style House at Gion Kyoto

Gion Kyoto
Karena kecapekan kami harus menyudahi menjelajah Kyoto ini dan kembali ke hotel di Osaka, mudah-mudahan di kesempatan berikutnya ke Jepang kami bisa menjelajahi Kyoto lebih lama dan kembali menghayal untuk menghabiskan masa tua di kota ini, mengurus restoran halal sambil menunggu zaza berkunjung bersama anaknya kelak, cucu kami.

Comments

  1. Asiknya traveling bareng keluarga ya mas. Bawa bayi ternyata ga jadi masalah ya, justru melatih kesabaran orantuanya hahahah. Keren nih mas Wian jalan2nya udah ke aman2 , aku aja belum :) Hotelnya bagus ya, makanannya keliatan enak2. Pemandangannya begitu indah. Bagi dong mochinya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah2an mbak bisa jalan2 ketempat yg diinginkan. iya makanannya enak2 di jepang. hehehe

      Delete

Post a Comment

comment anda adalah motivasi saya untuk lebih baik dalam menulis

Popular posts from this blog

Tips Ngegembel : Tidur di Bandara part 2 (KLIA 2, DON MUEANG, HANEDA)

First Family Travelling : Pengalaman Vaksin di Kuala Lumpur

Babymoon : Jepang, Sebuah Permulaan