Monday, December 25, 2017

Pensiun Backpacker : Episode 3-Be Like King At Siem Reap

      Sekitar tahun 2011 saya sudah bermimpi untuk mengunjungi Siem Reap, bahkan saya sudah membeli e-book untuk backpacker kesana.

Seiring berjalannya waktu saya seperti lupa akan mimpi tersebut. Alhamdulillah mei 2017 ini semesta membawa saya mengunjungi mimpi masa lalu, setelah menikmati sepinya brunei, saya mengunjungi Kejayaan masa lalu di Siem Reap.

Pemilihan hotel di Siem Reap adalah kunci. Saya memilih hotel, iya benar anda tidak salah baca, saya menginap di HOTEL di pusat kota Siem Reap, dekat dengan mesjid yang banyak makanan Halal, dan Night Market.

Hotel ini seharga 18 USD/Malam, fasilitasnya lengkap, ada tv kabel, kamar pribadi yang cukup luas, kolam renang dan yang paling penting adalah antar jemput gratis ke bandara.

FYI, harga transportasi di kios bandara untuk ke tengah kota adalah 9 USD/ tuk-tuk atau ojek untuk sekali jalan, jika tidak ada fasilitas hotel saya harus mengeluarkan uang 18 USD hanya untuk transportasi saja.

Kios Transportasi airport ke Kota

Restoran Halal di Seam Reap yang cukup terkenal
Sesampainya di Bandara ternyata jemputan saya belum datang, padahal saya sudah mengonfirmasi lewat email seminggu sebelumnya. Seteleh membeli sim card local seharga 3,5 USD, saya meng-email hotel dan menanyakan dimana jemputan saya.

Tak lama berselang saya melihat nama saya di sebuah kertas yang dibawa seorang supir tuk-tuk, dengan bahasa inggris terbata si supir complain kalau dia sudah disini daritadi, lah saya tidak melihat dia karena tulisan di kertas adalah nama belakang saya.

“come follow-follow” ujarnya setelah sedikit drama tadi, saya mengikutinya keluar bandara, ketempat dia memarkirkan tuk-tuknya. Cukup jauh juga saya berjalan. Sesampainya di tuk-tuk, saya ditawarkan “paket tur” untuk mengunjungi candi-candi di Siem Reap besok.

Ada beberapa paket, saya memilih small circle seharga 15 USD untuk seharian, ditambah melihat sunrise seharga 5 USD, jadi totalnya 20 USD. Saya akan dijemput jam 4.30 pagi.

Perjalanan dari bandara ke Hotel cukup cepat, tidak ada macet, hanya sekitar 20 menit. Sesampainya di hotel kejutan kecil muncul, saya disediakan handuk dingin dan welcome drink. Sebuah pelayanan yang saya tidak sangka disediakan oleh hotel kelas melati ini, sayapun dibolehkan untuk langsung masuk kamar, padahal saat itu baru jam 9 pagi. Saya langsung merebahkan badan dan tertidur, setelah semalaman tidur di lantai mushola Bandara yang dingin.

Hotel Kelas Melati tapi dapet welcome drink dan handuk dinging

Balkon lantai 2 Hotel

Mesjid di Siem Reap

Salah satu perempatan di Siem Reap

Menjelang siang saya langsung menuju mesjid yang jaraknya tidak sampai 1 KM dari hotel, untuk mengetahui arah kiblat dan makan siang. Cuacanya panasssssss dan terik, membuat saya malas untuk berjalan-jalan. Setelah makan saya hanya leyeh-leyeh di kamar hingga sore.

Setelah magrib saya baru keluar hotel lagi, kali ini saya menuju supermarket di depan hotel untuk mencari oleh-oleh. Supermarket di Siem Reap ini memakai USD untuk pembayarannya, dan hampir rata-rata produknya impor dari Thailand. Selesai dari supermarket saya berjalan ke Arah night Market, salah satu atraksi utama di Siem Reap.

Night market ini ya seperti pasar malam #Yaelah , but seriously, gak ada yang special disini (menurut saya ya). Yang banyak dijual adalah baju dengan bertuliskan Siem Reap berbagai model, souvenir seperti gantungan kunci dan magnet kulkas, kain tenun khas Siep Reap.

Night Market Siem Reap

Night Market Siem Reap

Night Market Siem Reap
Ada juga penjual Amok, yaitu shabu-shabu khas Siem Reap, tapi gak halal ya. Selain itu banyak Bar yang menjual bir dengan harga lebih murah dari air putih, rata-rata 50 cent segelas. Bener-bener surga buat yang suka mabok. Kalau saya sih hanya lewat, karena kata bang haji bir itu Haram.

Tidak sampai 1 jam saya berjalan-jalan di Night Market ini, tidak banyak yang dilihat juga. saya kembali ke hotel untuk tidur cepat, karena besok harus bangun sangat pagi untuk tur salah satu world Heritage Site oleh Unesco, komplek candi Angkor.

No comments:

Post a Comment

comment anda adalah motivasi saya untuk lebih baik dalam menulis