Skip to main content

Babymoon Jepang : Episode 2 (Tokyo Day 2)

Tokyo Skytree
Di hari kedua ini karena gagal melihat gunung fuji, gw dan bu istri terpaksa merubah itinerary. Kami memutuskan untuk melanjutkan menjelajah Tokyo sekaligus melanjutkan wisata kuliner.

Sambil sarapan di Hostel kami berdiskusi mau kemana lagi, bu istri menyerahkan semua keputusan kepada imamnya, sungguh istri yang taat #Cieeee. Gw memutuskan untuk melihat Tokyo dari ketinggian, yaitu dari Tokyo sky tree.

TOKYO SUBWAY PASS

Jadi ya kalo mau muter-muter Tokyo dengan harga murah, ada yang namanya Tokyo Subway pass. Nah di hari kedua ini gw akhirnya beli Tokyo subway pass ini.

Setelah dihitung-hitung biaya transportasi kereta gw hari pertama kemarin, jauh lebih murah kalo beli ini ternyata. Sekali naik kereta itu bisa 150-230 yen, tergantung jaraknya. Nah kalau PP dan ke beberapa tempat udah berapa ratus yen aja kan.

Gw beli Tokyo subway pass yang satu hari aja, karena nanti malem gw akan ke kota berikutnya, Osaka.

Keuntungannya beli Tokyo subway pass ini adalah, lu bisa gratis naik semua jaringan subway di Tokyo selama waktu yang ditentukan. Karena gw belinya satu hari, jadi berlakunya 24 jam. Tokyo subway pass ini juga ada yang 2 hari dan 3 hari.

Tokyo Subway Pass
Harga untuk satu hari 800 yen, kalau 2 hari 1.200 yen, dan 1.500 yen untuk 3 hari. Hemat banget kan. Belinya dimana??, di hostel seantero Tokyo biasanya jual, dan kalaupun gak jual, lu bisa beli di stasiun subway atau bandara.

Inget ya, Tokyo subway pass ini Cuma bisa dipakai di jaringan kereta subway aja, untuk kereta jaringan JR gak bisa dipake.

TOKYO SKYTREE

Tokyo Skytree ini adalah tujuan dadakan gw yang pertama. Tokyo skytree ini adalah menara penyiaran yang dibangun oleh obayashi co., fyi aja gw pernah kerja di kantor ini, tapi cabang Indonesia *bangga* *ditimpuk pembaca*.

Jadi ada apa aja disini??, ada mal, ya lagi-lagi mal.

Selain mal, kita bisa naik ke atas menara ini, harganya mahallll, bisa gratis kalo lu mau manjat setinggi 350 meter, etapi gw bohong deh.

Mahalllllll !!!!!
Akhirnya gw dan bu istri Cuma foto-foto aja disini, selain mahal antrian tiketnya juga sadis. Panjang banget karena weekend.

ASAKUSA

Iya gw balik lagi kesini, dan ternyata lebih rame. Sebenernya gw dan bu istri kesini pengen nyari oleh-oleh halal di Don Quijote Asakusa, tapi ternyata pilihannya sedikit banget, Cuma ada coklat, teh dan ramen instant halal. Coklatnyapun impor dari Malaysia. Gw gak jadi beli karena mencari yang lebih murah bagus.

Gw dan bu istri makan ramen halal disini, dan juga icip-icip jajanan yang dijual.

Don Quijote Asakusa
ini Enakkkkk
Bu istri suka banget sama es potong green tea yang dijual di emperan kuil, rasanya manis creamy dan agak pahit khas green tea, harganya 150 yen.

Kue cubit bentuk Pikachu
Nah, kalau gw suka sama kue bentuk Pikachu, rasanya kayak kue cubit tapi lebih enak. Harganya 500 yen isi 20 biji.
Sanja Matsuri


Keadaan siang menjelang sore kala itu rame banget, lagi-lagi karena weekend. Selain itu juga karena ada Sanja Matsuri, entah itu festival untuk memperingati apa. Gw gak tau, yang penting seru.

HARAJUKU – MEIJI JINGU SHRINE

Kayaknya salah banget dateng ke Harajuku menjelang malem minggu, rame dan kayak cendol dalem gelas. Harajuku ini adalah nama jalan yang sepanjang kiri kanannya banyak toko, baik baju, aksesoris, maupun makanan.
Harajuku Street, ruameee poolllll

Sebenernya pengen Jajan crepes yang terkenal di Harajuku ini, tapi gagal karena irit ada bacon
Gw kesini sebenernya cari makan malem, tapi udah males duluan karena rame banget. Akhirnya gw dan bu istri Cuma belanja di Daisho, cari buat oleh-oleh murah keren.

Setelah itu kami ke Meji Jingu Shrine. menurut Wikipedia Meiji Jingu Shrine ini adalah Kuil Shinto yang didedikasikan untuk memuja arwah Kaisar Meiji dan istrinya, Permaisuri Shōken.

Gerbang Meiji Jingu Shrine

Meiji Jingu Shrine

Jalan Menuju Meiji Jingu Shrine

Meiji Jingu Shrine

Meiji Jingu Shrine

Meiji Jingu Shrine

Meiji Jingu Shrine

Karena gw kesini sekitar jam 5 lewat dan sudah mau tutup, jadinya kami terburu-buru dalam menjelajah kuil ini. isinya gw gak terlalu banyak eksplor *hiks*. Lagipula bu istri nunggu di bangku luar kuil karena udah agak capek.

SHIBUYA CROSSING – HACHIKO STATUE

Belum afdol ke Tokyo kalo belum ngerasai nyebrang di tempat penyebrangan yang terkenal ini.


Disini ada juga patung hachiko, si anjing yang terkenal seantero dunia karena kesetiaannya menunggu majikan yang tak kunjung datang. Tapi lagi-lagi karena gw dateng malem minggu, jadinya ya rame banget.

Shibuya Crossing

Hachiko Statue
-------- ||||| ---------

Setelah dirasa cukup, kami kembali ke hostel untuk mengambil tas yang dititipkan, ya gw doang si yang jalan karena bu istri nunggu di stasiun. Kasian bumil agak kecapekan karena banyak jalan hari ini.

Setelah ngambil tas, kami ke Shinjuku untuk ke terminal bis. Kami naik bis willer untuk ke Osaka.

Karena masih ada cukup waktu, waktu menunggu waktu keberangkatan yang jam 12 malem. Kami makan ramen dulu di kaijin seafood ramen, cerita ramen tersebut ada disini.

Setelah makan kita solat dulu di salah satu pojokan, dan sambil menunggu waktu kami ngobrol-ngobrol aja sambil memperhatikan orang-orang di terminal bis, cukup banyak juga orang Indonesia ternyata. 

Suhu udaranya cukup dingin saat itu, sekitar 12 derajat celcius, pengalaman gw dan bu istri pertama kali di udara sedingin itu sehingga kami mengencangkan retsleting jaket.


Didalam bis Willer

Willer Express Bus
Setelah hampir jam 12 malam, kami langsung menuju ke gate keberangkatan bis. Dan sebelum jam 12 malam bis sudah datang, kemudian semua penumpang naik. Tepat jam 12 malam bis berangkat dan kami langsung tertidur pulas di bis.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Ngegembel : Tidur di Bandara part 2 (KLIA 2, DON MUEANG, HANEDA)

First Family Travelling : Pengalaman Vaksin di Kuala Lumpur

Babymoon : Jepang, Sebuah Permulaan