Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Pensiun Backpacker : Episode 3-Be Like King At Siem Reap

Sekitar tahun 2011 saya sudah bermimpi untuk mengunjungi Siem Reap, bahkan saya sudah membeli e-book untuk backpacker kesana.

Seiring berjalannya waktu saya seperti lupa akan mimpi tersebut. Alhamdulillah mei 2017 ini semesta membawa saya mengunjungi mimpi masa lalu, setelah menikmati sepinya brunei, saya mengunjungi Kejayaan masa lalu di Siem Reap.
Pemilihan hotel di Siem Reap adalah kunci. Saya memilih hotel, iya benar anda tidak salah baca, saya menginap di HOTEL di pusat kota Siem Reap, dekat dengan mesjid yang banyak makanan Halal, dan Night Market.

Hotel ini seharga 18 USD/Malam, fasilitasnya lengkap, ada tv kabel, kamar pribadi yang cukup luas, kolam renang dan yang paling penting adalah antar jemput gratis ke bandara.
FYI, harga transportasi di kios bandara untuk ke tengah kota adalah 9 USD/ tuk-tuk atau ojek untuk sekali jalan, jika tidak ada fasilitas hotel saya harus mengeluarkan uang 18 USD hanya untuk transportasi saja.


Sesampainya di Bandara ternyata jemputan saya…

Just Another 2 Negara 3 Kota Episode 6-Final

Episode sebelumnya disini.
Jam 6 Pagi waktu Kuala Lumpur, kereta antar Negara sampai di KL sentral. Gw saat itu masih ngantuk dan linglung mau kemana. Sambil mengumpulkan kesadaran yang masih tercecer, gw sarapan dulu di Mcd.
Setelah sarapan gw langsung menuju konter tiket untuk ke Genting. Karena dalam trip ini, gw gagal naik kereta gantung karena lagi maintenance. Keadaan konter penjual tiket masih sama, masih di pojokan lantai 2 dengan ibu-ibu penjaga yang jutek.
Tiket didapat, selanjutnya gw berniat menaruh backpack di penyewaan locker. Setelah melihat lihat harganya, gw memutuskan untuk nitip tas di Tune Hotel aja. 

Penyewaan locker seharga 10 RM, kalo gw nitip di hotel bayarnya Cuma 2 RM, tiket monorel 2,5 RM pulang pergi 5 RM. Jadi gw masih bisa saving 3 RM. Ya, gw sepelit seirit itu dulu pas backpackeran. 3 RM itu bisa buat 1 porsi nasi lemak. Walaupun jadi muter-muter tapi gak apa-apa, karena masih banyak waktu sampai gw maik bis ke Genting jam 10 nanti.
Setelah naro tas, gw semp…

Tiba-tiba suddenly Hong Kong

Sebuah telpon memecah lamunan gw yg saat itu lagi di busway pulang kerja.

"Halo, dengan mas wian"
"Iya, saya sendiri"
"Saya R**** dari detik travel. Mau ngabarin kalau mas wian masuk salah satu dari 20 kandidat yang mau kita ajak ke Hong Kong"
Jantung gw langsung deg-degan, gw langsung pasang headset supaya suara lebih jelas
"Iya mas, alhamdulillah" jawab gw
"Nah sebelumnya saya mau konfirmasi dulu nih, paspor nya masih aktif, bla bla bla"
Oke ini kepanjangan kalo gw tulis. Intinya si mas detik ini nanya apakah gw siap kalo senin bisa pergi ke Hong Hong dengan kelengkapan ketebelecenya.
"Oke mas wian, makasih nanti dikabarin ya kalo menang, agak maleman tapi"
"Oke siap mas, makasih"

Saat itu gw gak berharap banyak. Karena akhir dan awal bulan itu adalah sesuatu yang tabu untuk cuti, karena pekerjaan gw yang mengharuskan wajib masuk untuk menyelesaikan tutup buku akhir bulan. Long short story. Sekitar jam 8 malem g…

Staycation Story - Sunlake Hotel Sunter

Disclaimer : Postingan ini bukan postingan berbayar (ya kalau mau dibayar si oke aja), semua hal berdasarkan pengalaman penulis

Libur lebaran adalah saat paling saya tidak suka untuk berwisata. Kenapa??, karena pasti penuh dengan orang-orang yang berwisata juga, selain itu harga-harga pasti naik, baik itu makanan atau hotel atau harga tiket tempat wisatanya sendiri.
Tapi, masa libur lebaran kali ini tidak kemana-mana, karena itu kali ini saya memilih staycation saja.
Niat utama liburan kali ini sebenarnya adalah mengajak zaza berenang lagi. Tapi kok ya, berenang di waterboom dan sejenisnya mahal, akhirnya bu istri menyarankan menginap saja di hotel yang ada kolam renangnya sekalian, sebuah saran yang langsung saya iyakan.
Dari beberapa pilihan hotel di luar kota, kami mengerucut ke hotel dalam kota. Pertimbangannya adalah jika luar kota pasti penuh dan macet dengan orang-orang yang berlibur, lagipula harga-harga hotel saat libur lebaran pasti naik drastis.
Akhirnya saya memutuskan unt…

Babymoon Jepang Day 3 : Seharian main di Universal Studio Japan

Perjalanan dari Tokyo ke Osaka menggunakan willer bus memakan waktu 8 jam, dan benar-benar tepat. Pukul 8 tepat kami sudah sampai di pemberhentian terakhir yang kami pilih, Universal Studio Japan.
Antrian tiket pagi itu sangat ramai dan panjang, wajar saja karena saat itu hari minggu. Saya dan Bu istri langsung ikut mengantri. Walaupun sangat ramai antrian berjalan tertib dan lancar, juga cukup cepat. Tidak sampai 20 menit saya sudah mendapatkan tiket dan langsung menuju locker room untuk menaruh tas dan mengganti baju, maklum tidak mandi, haha.





Tujuan utama kami adalah The Wizarding world of Harry Potter satu-satunya di daratan asia. Memasuki hutan yang saya lupa namanya ini, hawa Harry Potter sudah mulai terasa. Disini kita bisa melihat mobil yang menabrak pohon saat digunakan Ron dan Harry untuk masuk ke dunia sihir



Setelah itu kita akan memasuki daerah Hogsmeade, disini setiap sudut sepertinya sangat instagenic. Setelah gerbang Hogsmeade kita bisa berfoto di depan lokomotif Hogwa…