Saturday, July 23, 2016

7 hari, 4 negara, 3 jutaan (asean trip episode 7: First touch down, Hanoi)

Akhirnya Gegoleran di kasur setelah 3 Hari tidur di jalan
Supir-supir taksi langsung mendatangi kami yang baru turun dari bis, seperti semu-semut yang mendatangi gula. Ya, gw memang manis, tapi ga mau juga sama bapak-bapak supir taksi, emang gw cowo apaan….#ehemmm #abaikan. Setelah mengambil tas, gw memilih random salah satu supir taksi dan mulai tawar menawar, karena sebelumnya gw udah ngobrol sama salah satu crew bis saat terjebak drama di imigrasi, gw jadi tau berapa harga transportasi dari terminal ke hotel di daerah Hoan Kiem lake, gw menyimpulkan harga wajarnya adalah 100 ribu Vietnam Dong(selanjutnya ditulis Dong saja) paling mahal 120 ribu.

Si supir menunjukkan Handphone miliknya, bukan dia bukan mau menjual Handphone, tapi menunjukkan kalkulator untuk tawar menawar. Dia menjual jasanya sebesar 400 ribu Dong, no wayyy, gw langsung nawar 100 ribu, lalu melengos pergi, si supir masih mengejar, dia menurunkan jadi 250 ribu, gw masih tetep nolak karena masih mahal, gw menaikkan tawaran menjadi 120 ribu, si supir ga setuju juga, yasudah gw akan mencari ojek saja dengan harga 50 ribu di luar terminal. Tiba-tiba si supir datang lagi dengan  menawarkan harga 150rb. tanpa berkedip nakal kepada si supir, gw setuju dengan harganya, lagipula kami (gw dan istri,bukan gw dan si supir taksi) sudah cukup lelah, 2 hari bermalam di bis dan drama di imigrasi sudah cukup menguras tenaga.

Dari dalam taksi yang tanpa AC, gw bisa melihat wajah lalu lintas Hanoi, hampir mirip dengan Jakarta, dengan motor2 yang semrawut dan bahkan lebih parah dengan klakson yang saling bersahutan sepanjang jalan,huft. Kira-kira setengah jam kemudian gw sampai di depan Hanoi cathedral, hotel gw berada di sekitar cathedral tersebut.

Setelah 15 menit nyasar karena ternyata hotelnya masuk ke gang kecil yang gw kira jalan buntu, akhirnya kami sampai di resepsionis hotel. Gw kira gw bakal lansung masuk kamar, tapi sedikit drama lagi terjadi, kamar yang gw pesen ternyata ditempatin orang yang extend karena pesawatnya dibatalin, huft.

Lobby Hotel Splendid Jupiter yang minimalis
Karena gw males ada drama lagi, akhirnya ya gw terima aja pindah ke kamar yang lebih kecil karena gw dan istri udah lelah, pengen cepet-cepet mandi, ganti baju dan tidur di kasur yang empuk

“ternyata keputusan gw untuk ga marah-marah protes tepat, karena besoknya gw dipindah ke kamar yang paling bagus ditambah dekorasi untuk honeymoon”
Setelah masuk kamar, selang beberapa lama ada yang ngetok kamar gw. Hmmm, da pa yah. Setelah membuka pintu, gw kaget tanpa latah dengan menyebutkan ayam 3x, gw kaget karena ga nyangka dapet welcome drink yaitu jus jeruk asli dan bukan jus kemasan, padahal ini hotel yang gak ada bintangnya dan terletak di gang sempit yang bahkan gak ada parkir motornya, tapi pelayanannya cukup lumayan.

Setelah merasakan kesegaran mandi (2 hari gw ga mandi, hahaha), selanjutnya perut minta diisi. Sebelum itu gw nanya2 dulu ke resepsionis yang memperkenalkan namanya “HA” , mengenai travel ke Halong bay untuk besok. Ternyata di hotel ini Cuma ada paket jenis deluxe, yaitu paket paling mahal seharga 45 USD. Karena lebih dari budget maka gw gak ambil paket dari hotel dan memutuskan untuk nyari di luar dan gagal ke Halong bay besok #Hikssss.

#Tips : untuk tour ke halong Bay, pilihlah trip paket paling murah seharga 25 USD, karena gak ada perbedaan menu makanan dan kapal dengan paket Deluxe. Bedanya jika paket murah, 1 meja diisi 6 orang dan makanannya sharing dengan orang2 tersebut, jika deluxe makanan hanya untuk berdua saja.
Makanan Halal yang Mahal
Jam 9 malam lewat, kami keluar untuk mencari makan. Suasana Hanoi saat itu sudah mulai terlelap menghadapi malam, toko-toko mulai tutup, warung makan sudah mulai membereskan meja dan peralatan masak.

Kami berjalan ke arah Khazanah Restaurant, sebuah restaurant India halal. Pilihan makanan halal di Hanoi sangat terbatas, hanya ada makanan India atau pilihan paling darurat adalah buah2an dan roti tawar.

Kami sampai beberapa menit kemudian, dan langsung ditanya meja untuk berapa orang. Kami memilih duduk di dekat pintu masuk dan langsung melihat menu, kami kaget karena rata-rata makanan pembuka berharga di atas 50 ribu Dong dan lauk pauk berharga diatas 100 ribu Dong.fuih….

Akhirnya kami memilih untuk take away (ya iyalah, masa nasi aja 30 ribu semangkuk, kira-kira 18 ribu rupiah, bisa habis banyak buat makan malam). Kami memilih 3 mangkuk nasi dan Masala Chicken, total makanan kami sebesar 170 ribu dong, ditambah pajak dan service charge jadi sekitar 200 ribu dong #nangis. Si pelayan mencatat pesanan kami dengan sedikit senyum seolah berkata “kere banget ni turis”, dan gw menjawab “ bodo amat, besok ga ketemu lagi” dalam hati.

Sempet foto-foto di dalam restaurant

…………………….

Well, semua kota sadar turis memang akan begini, serba mahal.

Next episode –Gagal membawa berkah-

Ketika gagal mengunjungi Halong Bay membawa keberkahan

No comments:

Post a Comment

comment anda adalah motivasi saya untuk lebih baik dalam menulis