Skip to main content

Beauty Of Indonesia Series : Pangkal Pinang


Pesawat mendarat mulus di Bandara Depati Amir, kami segera keluar dari pesawat dan setelah itu menuju gerbang keluar bandara. bukan, kali ini gw bukan mau backpacking ke Pangkal pinang di Bangka Belitung, tapi menghadiri resepsi pernikahan pelatih Tae Kwon Do gw, Sabeum Dani. gw berangkat bersama Sabeum Bambang, Bu nana, dan Sabeum Fifi. ya sekalian juga jalan-jalan si, sambil menyelam minum air lah.

Kami harus menunggu sekitar 30 menit untuk menunggu sabeum Dani yang mau jemput, padahal kami udah berencana sewa mobil aja, karena kami berpikiran ga mau ngerepotin orang yang lagi repot mempersiapkan resepsi pernikahannya, tapi Sabeum Dani bersikeras untuk jemput. 

Kami dibawa ke rumah orang tua Sabeum Dani di Sungai liat, sambil bercanda dan bercerita kabar masing-masing. sesampainya di rumah tersebut, kami sudah dipersiapkan makanan khas Bangka Belitung, yaitu sayur lempah kuning, dan ikan pindang asam pedas. makanan yang nikmat untuk kami yang sudah kelaparan, ga usah malu-malu kata Sabeum Dani, ya gw si ga malu, karena malu makan laper dijalan.haha
Makan masakan khas yang J.U.A.R.A


Setelah makan, kami kembali ngobrol-ngobrol, udara di sana panas banget, tapi gw heran, sepenglihatan gw orang Bangka putih-putih, padahal udaranya lebih panas dari Jakarta. Kami sebenernya pengen nyewa hotel karena lagi-lagi ga mau ngerepotin, tapi Sabeum Dani sudah menyiapkan tempat untuk kami di rumah bang Ryan, Kakak dari sabeum Dani. kami merasa sangat tidak enak, tapi kami tetap menerima jamuan tersebut. Terima Kasih Banyak Sabeum atas jamuannya.

Sesampainya di rumah bang Ryan kami bermain PS, man is stil man, where ever they are, they will play like a child. karena kekenyangan dan terkena angin sepoi-sepoi, gw akhirnya ketiduran.hehe. setelah udara agak sedikit dingin karena udah mulai sore, kami diajak jalan-jalan. tempat pertama adalah pantai Matras.

Sebelumnya gw emang ga riset mengenai tempat wisata apa aja yang ada di Pangkal Pinang ini, karena emang tujuan pertama gw bukan jalan-jalan. sore itu gw menikmati perjalanan dengan mengamati keadaan sekitar, menurut gw kota ini bukan seperti ibukota propinsi, melainkan seperti kota kecil, beberapa ruas jalan hanya cukup untuk dua mobil, ada beberapa ruas yang lebar dan seperti baru dibangun, tapi penerangan oleh lampu jalan sangat minim. Gw melewati jalan berkelok, hutan lalu rumah warga, ya kayak gitu aja pemandangannya saat itu.

sesampainya di pantai matras gw terkagum melihat pemandangan indah itu, pantai seperti di film laskar pelangi, pasirnya putih, airnya jernih, di kejauhan ada batu-batu besar khas pantai di Bangka Belitung, lalu setelahnya ada pepohonan rimbun, pokoknya T.O.P banget, lo harus ngerasain sendiri pemandangannya. kami berjalan menyusuri pantai ke arah batu-batu besar di ujung, sambil menikmati matahari sore yang indah, pokoknya S.U.R.G.A dunia banget pemandangannya.
Batu Besar khas Bangka Belitung





Matahari hampir terbenam saat kami memasuki mobil untuk pergi ke tujuan selanjutnya, yaitu pantai pasir padi. sesampainya di pantai tersebut hari sudah gelap, gemerlap lampu-lampu restoran di sekitar pantai mulai menyala memberi terang pantai yang gelap tanpa penerangan ini. Kami memutuskan untuk makan di salah satu restoran yang berbentuk kapal, kami memilih duduk di sisi pojok yang agak menjorok ke laut, jadi dari bangku tempat makan, kami bisa mendengar deburan ombak. Saat memesan sayang sekali menu-manu andalan dari kepiting tidak ada, dengan kecewa kami membatalkan makan disitu, padahal suasananya sangat indah, tapi tanpa makanan enak keindahannya pasti berkurang.

Kami memacu mobil ke tengah kota pangkal pinang, tujuan kami adalah restoran Asui. Restoran ini menyediakan sea food sebagai menunya, tempatnya agak nyempil dan masuk ke dalam gang kecil. Saat kami datang restoran sudah mulai sepi, ya wajar aja karena udah hampir jam 9 kurang. Menu-menu makanan sangat enak, yang gw favoritin adalah tenggiri bakarnya, daging tenggiri yang tebal dengan aroma bakaran dan bumbu yang pedas gurih bener-bener bikin gw kalap malam itu, cuma sayangnya karena lidah gw adalah lidah jawa, jadi gw mencari kecap manis yang ga ada di meja, adanya cuma kecap asin, ya emang ciri khas makanan sumatra jarang pake kecap manis. Tapi overall gw puas sama makanannya.
Makanannya T.O.P
Dengan perut kenyang dan hati senang, kami kembali ke rumah. sepanjang jalan bang ryan dan Sabeum Dani bercerita gimana kondisi Pangkal Pinang ini, listrik yang kadang-kadang mati, dan masalah bensin adalah hal yang harus dibenahi segera, masa ya ibukota propinsi untuk dapet solar aja harus antri semaleman suntuk, solar dikirim ke SPBU pagi hari dan langsung habis saat itu juga karena truk-truk udah antri dari malemnya, kalo ga dapet ya antri lagi buat pengiriman besok. itu juga menjelaskan kenapa banyak truk-truk yang antri disepanjang jalur sebelum SPBU tempat kami mengisi bensin malam itu. semoga kedepannya pembangunan bisa lebih merata.Setelah sampai rumah kami sebenarnya pengen nonton bola atau main PS, tapi takdir berkata lain. mata sudah sangat mengantuk, akhirnya hari itu ditutup dengan tidur pulas.

Hari kedua ini kami bangun pagi-pagi karen harus membantu membawa seserahan ke mempelai wanita. kami berangkat sekitar jam 6 pagi dan sampai tempat mempelai wanita kira-kira jam 8. Ga banyak yang bisa dilakukan selain makan, dengerin dangdut, makan lagi, dengerin dangdutan lagi, karena hari itu ya agenda kami cuma menghadiri resepsi aja, trus malemnya langsung pulang ke Jakarta. Sekitar jam 4 resepsi selesai, dan tanpa diduga Sabeum Dani mengajak kita jalan-jalan lagi. haha, padahal baru aja dipajang dari pagi.
HWD Sabeum
Kami diajak ke Bangka Botanical Garden. Tempat ini adalah taman konservasi bekas tambang timah, jadi ya kayak kebun raya bogor, banyak pepohonan, ada danau bekas tambang timah, ada juga restoran dan tempat pemerahan susu. Yang paling keren menurut gw adalah, disini ada jalan yang dikiri kanannya ditumbuhi pepohonan yang ditata rapi, mirip jalan di Nami Island Korea Selatan.

mirip-mirip foto yang dibawah lah
Nami Island
Setelah puas main dan foto-foto, kami kembali lagi ke pantai pasir padi. Sesampainya disana suasana sangat ramai, karena ada balapan motor di pantainya. Pantai disini itu lebar banget pasirnya, jadi jarak dari jalanan mobil ke air itu kira-kira 100 meter.
Balapan di Pasir?
Setelah matahari hampir tenggelam kami diantar ke bandara untuk kembali ke Jakarta, sebelum itu beli oleh-oleh kerupuk khas bangka yang terkenal akan kegurihan rasa ikannya. Ah, lengkap sudah liburan singkat yang tanpa direncanakan. Thanks to Sabeum Dani dan Keluarga yang udah ngasih tempat dan waktu buat ngajak kami muter-muter. 



Comments

Popular posts from this blog

Tips Ngegembel : Tidur di Bandara part 2 (KLIA 2, DON MUEANG, HANEDA)

First Family Travelling : Pengalaman Vaksin di Kuala Lumpur

Babymoon : Jepang, Sebuah Permulaan