Saturday, July 18, 2015

Menikmati sore dengan es krim singapura dan menyusuri Singapore river (part of Honeymoon series)

Sesampainya di Changi Airport mulailah perdebatan pertama kami sebagai suami istri, yaitu mau membeli simcard baru untuk berhubungan eh maksud saya menghubungi keluarga atau menyewa wifi portable. Akhirnya saya sebagai pemimpin keluarga memutuskan tidak melakukan keduanya, toh ini liburan pertama kami sebagai suami istri dan saya ga mau terganggu dengan social media.
Setelah berdebat ga jelas, bukan debat juga si.haha. kami langsung menuju hotel untuk…………….
……
…...
.......
.......
Kepo ya, pada mau tau ngapain kan,
…….
……
........
ya naro tas trus langsung jalan-jalan. Hahaha, makanya jangan mesum dulu otaknya.
Arrived

Ternyata ada ke-arbsurb-an terjadi disini, pertama saat check in kunci kartu kamar kami ga bisa di tab di sensor lift, jadinya kami kebawa ke lantai tamu lain dan turun lagi ke loby,kami lalu bilang ke resepsionisnya, setelah dia cek dan program ulang, kami tetep ga bisa naik karena gw salah cara ngetap kartu ke sensor lift #yaelah, dan akhirnya dibantu oleh staf India bermuka jutek (lagi-lagi jutek) seperti pengalaman gw di KL.

Sesampainya di kamar kami berharap untuk bisa melepas baju tas dan menaruhnya ditempat aman, ternyata salah. Kamar yang diberikan ke kami masih berantakan seperti kamar yang dipakai malam pertama. Akhirnya kami kembali lagi ke respsionis dan meminta kamar baru. Yah namanya hotel murah, kami mendapat kamar yang sudah dibersihkan, tapi gak tau apakah spreinya diganti, kelihatan agak kusut.

Setelah menaruh tas, kami langsung keluar kamar dan pergi ke orchard road yang terkenal. Kami turun di stasiun bernama sama dengan tempat tujuan dan keluar di pintu yang berada di mal terkenal yaitu ION. Setelah bernarsis, kami berjalan menyusuri orchard, kami berjalan sampai ke ujung dan menyebrang jalan, lalu menyusuri lagi bagian seberang lagi, yaitu bagian yang ada lucky plaza sampai ujung lalu kembali menyebrang lagi di ujung yang satunya. Ga menarik ya, ga juga si, apapun yang dilakukan bersama istri, apalagi pengantin baru kayaknya menarik aja,hehe. Kami ga berbelanja disana, Cuma melihat-lihat atau window shoping, karena honeymoon ini bergaya backpacker. Setelah lelah kami duduk-duduk di kursi yang banyak tersebar di sepanjang trotoar, karena haus kami membeli es krim singapura yang banyak dijajakan oleh uncle-uncle(sebutan untuk orang singapur keturuan tionghoa). Harganya 1,2 SGD. Cukup murah untuk cemilan kami sore itu.

Suasana di orchard ramai sekali karena saat itu adalah hari minggu. Berbagai jenis dan macam orang kumpul semua disana, ada TKW yang keliatan sekali dari dandanan menornya dan baju minim dengan warna bertabrakan, ada turis-turis timteng dengan cadar dan baju hitam panjangnya, ada rombongan turis cina yang berjalan dalam jumlah yang besar. Semua seperti tumplek jadi satu di trotoar orchard road yang lebar dan nyaman karena ga ada pengendara motor yang nerobos seperti di jakarta.

Singapore Ice Cream
Setelah cukup beristirahat, kami melanjutkan ke tujuan selanjutnya, yaitu landmark singapura, Merlion statue. Dari orchard kami naik MRT dan turun di stasiun raffles place. Disini lagi-lagi gw sebagai navigator ga tau arah, gw lupa exit mana yang lansung menuju merlion.haha. yaudah jadilah kami menikmati JJS dengan nyasar. Setelah 20 menit kami akhirnya menemukan tujuan kami, itulah yang dinamakan kekuatan cinta.

Artwork ini ketemu saat nyasar
Ternyata sesampainya disana patung merlion sedang direnovasi, gagallah acara narsis untuk istri yang baru pertama kali kesana. Akhirnya kami Cuma duduk-duduk lagi memandangi teluk (atau danau ya?) singapura dan mengobrol. Setelah cukup santai-santainya kami memutuskan untuk cari makan, karena tadi siang kami Cuma makan mcd tanpa nasi. Saya mengajak istri untuk makan di pinggiran Singapore river.

Kami berjalan kearah utara, melewati bawah jembatan, setelah itu menyebrang jalan dan sampailah kami di belakang fullerton hotel dan disitu ada jalan yang ga setapak juga disamping Singapore river. Suasana romantispun terjadi, karena sepi kami akhirnya menyatukan bagian tubuh yang terlarang, yaitu tangan (karena bergandengan tanganpun dilarang kalau bukan muhrim) #lahjadiceramah. Ehem, dilanjut ya. Kami berjalan menyusuri jalan tersebut.

Kira-kira beberapa ratus meter sampailah kami di area restoran di pinggir Singapore river, suasananya sangat romantis, kebanyakan retoran menawarkan seafood sebagai hidangannya. Tapi kami memutuskan tidak untuk makan disana, karena lagi-lagi ya masalah harga, semua hidangan sepertinya lebih dari seratus dolar singapur, itu berarti hampir 950 ribu rupiah untuk makan berdua. Akhrinya saya memutuskan untuk makan dekat hotel saja, lalu kami kembali ke hotel dengan kembali menaiki MRT.

Di stasiun MRT aljunied saya melihat papan tulisan makanan murah, Cuma 2,5 dolar untuk chicken rice. Akhirnya kamipun memutuskan untuk makan disitu, saya makan nasi lemak dan ayam goreng upin-ipin style sedangkan istri saya makan chicken rice. Nasi lemak itu ya kayak nasi uduk, tambahannya ayam goreng yang mantap, ayam digoreng dengan bumbu-bumbu yang saya ga tau apa, pokoknya enak banget. Sedangkan istri makan chicken rice, nasinya adalah nasi Hainan, nasi yang dimasak dengan kuah kaldu, sedangkan ayamnya adalah ayam rebus. Sayangnya ayam tersebut kurang matang, sehingga tidak dihabiskan. Setelah selesai makan kami kembali ke hotel, dan saya langsung melepaskan baju saya untuk minta sama istri, mmmm minta dikerok.





2 comments:

  1. Wah ini pas yang Merlion lagi benerin ya, nggak lama pas saya ke sana. Kalau ke Sin riverside, jadi pingin naik perahunya terus, haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,pas banget lagi ditutup renovasi. wah saya belum pernah naik perahunya malah

      Delete

comment anda adalah motivasi saya untuk lebih baik dalam menulis