Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

7 hari, 4 Negara, 3 Jutaan (Asean Trip Episode 1 : Hectic hari pertama )

Rabu, 18 november 2015, perjalanan menjelajah 4 negara asean ini akan dimulai dengan 2 pesawat berbeda, tujuan akhir gw adalah Bangkok. Ribetnya kedua penerbangan ini bukan connecting flight, jadi gw harus check in di 2 bandara berbeda, yaitu di Soeta dan KLIA2 di kuala lumpur. Kalo yang belom tau, biasanya check in ditutup 1 jam sebelum keberangkatan buat penerbangan internasional, peraturan itu ada di tiket yang biasanya dikirim ke email. Berikut ceritanya
12.00 : gw buru – buru cabut dari kantor di daerah gatot soebroto naik taksi ke bandara, sebenernya naik taksi buat backpacker hukumnya haram, tapi karena kepepet ya jadilah gw ke bandara naik taksi.
12.15 : macet di daerah semanggi, gw mulai harap – harap cemas.
13.30 : setengah jam sebelum check in ditutup gw berhasil check in, pesawat gw dari Jakarta ke Kuala Lumpur dijadwalkan jam 15.05, disini mulai agak santai, hufffttt.
15.00 : pesawat belom keliatan di apron, gw kembali harap – harap cemas, bulak balik ngeliat ke landasan…

Just Another 2 Negara 3 Kota (Episode 5: Hat Yai, Thailand day 2 )

Pukul 5 pagi alarm membangunkan gw, sebenernya gw masih agak ngantuk dan pengen bangun siang, tapi berhubung gw udah punya janji sama orang, ya gw paksain bangun, hufftt. Setelah ngumpulin nyawa gw pun mandi, setelah itu tanpa membantu ibu membersihkan tempat tidur, gw langsung check out menuju Lee garden Plaza buat menemui kak Misrina dan kakaknya. Mau ngapain gw ketemu sama mereka??, itu ada di episode 4, baca dulu ya bagi yang belum baca atau lupa.
Jalanan kota Hat Yai di sabtu pagi ini lengang banget, mungkin karena hari libur kali ya, makanya masih sepi. Jam 7 kurang gw udah sampe di tempat yang udah disepakati. Sebelum gw dateng mereka udah nawar tuk-tuk duluan, dan dikasih harga 1.800 bath untuk mutar muter seharian, anjrit mahal banget, tapi untungnya mereka juga sadar kalo itu mahal, akhirnya gw dan Kak Misrina beserta kakaknya,
aduh ini kepanjangan ya kalo ditulis gw dan Kak Misrina dan Kakaknya , disingkat kami aja lah ya…setuju???, oke setuju.
Kami akhirnya j…

7 hari, 4 Negara, 3 jutaan

Hoooiiiiiiiiiiiiii pemirsahhhhh, ini akan menjadi tulisan gw yang paling baru. Gw baru aja pulang dari petualangan backpacker ke 4 negara asean, kemana aja???. Gw ke Kuala Lumpur – Malaysia, Bangkok-Thailand, Vientiane – Laos, dan yang paling utama yaitu ke Hanoi – Vietnam, mengunjungi salah satu tempat indah di bumi bernama Halong Bay. dan semua negara itu gw ngeteng sengeteng ngetengnya tanpa bantuan tour dan travel, kecuali di halong bay ya. 
Dalam trip ini gw ga sendiri, tapi berdua sama istri sekalian honeymoon trip merayakan 1 tahun pernikahan gw. Banyak yang terjadi dalam perjalanan ini, mulai dari Hectic di bandara, warga Bangkok yang ramah, naik bis berkursi pijat, solat jumat 15 menit di Vientiane,  7 Jam tertahan di perbatasan, 24 jam di sleeper bus, Hanoi yang murah tapi mahal, susahnya cari makanan halal, dream come true melihat Halong Bay, sampai deg-degan di Kuala Lumpur.
Di akhir seri tulisan ini, gw bakal share berapa total biaya untuk perjalanan semi…

Mini Story : Sleeper Class Train antar Negara (Hat Yai – Kuala Lumpur)

Dalam perjalanan Just Another 3Kota 2 Negara, gw berkesempatan buat nyobain kereta antar Negara dari Hat Yai Ke Kuala Lumpur. Ini adalah posting review gw mengenai kereta sleeper class, bagian dari episode 5 yang akan dirilis kemudian.
Saat kembali ke Kuala lumpur dari hat Yai, gw sengaja memilih naik kereta. Alesannya sederhana, gw pengen ngerasain gerbong yang ga ada di Indonesia, yaitu gerbong dengan tempat tidur dan Juga pengen ngerasain lewat di dua perbatasan yang berbeda. Kalo bis, minivan dan mobil lewat di daerah Bukit kayu Hitam, seperti yg gw ceritain di episode 4, maka kereta ini lewat di daerah Padang Besar. Kereta yang berangkat dari Hat Yai ini Cuma 2 gerbong, dan setelah memasuki perbatasan di daerah Padang Besar gerbong akan ditambah menjadi 10 atau 12 tergantung jumlah penumpang saat itu, dan kelas gerbong akan lebih bervariasi, bukan hanya sleeper class yang gw naikin, tapi akan ada 1st class dan 2nd class.
Interior sleeper class ini menurut gw classic yang bukan ho…

Beauty of Indonesia Series : Hutan alami di daratan Jakarta

Gerbang dari kayu menyambut kami, suasananya cukup sejuk tapi lembab khas hutan. Bukan, ini bukan gerbang konohagakure,tapi ini adalah hutan mangrove di daerah pantai indah kapuk atau biasa disebut taman wisata alam Magrove PIK, mungkin juga hutan terakhir yang ada di daratan Jakarta. Setelah membayar biaya masuk 25 ribu rupiah per orang, selang beberapa langkah, di sebelah kiri berdiri sebuah masjid dengan interior yang cukup unik, mesjid ini terbuat dari kayu dan berada di atas air. Jadi kalo saya solat disini, saya solat di atas air, seperti orang sakti jaman dahulu.
Kami melanjutkan melangkah hingga terbentang parkiran mobil dan motor didepan kami, di ujung ada pos pemeriksaan tiket yang katanya tas ikut diperiksa karena tidak boleh membawa makanan, tapi saat kami datang, si penjaga hanya melihat isi tas tanpa memeriksa kedalamnya. Tau gitu bawa makan siang, karena disini makanan tidak jelas harganya.
Setelah melewati pemeriksaan, kami mendapati persimpangan pertama, lurus …

Just Another 2 Negara 3 Kota (Episode 4: Hat Yai, Thailand )

Minivan berjalan dengan pasti melewati Jembatan Penang, backpacking gw berlanjut ke Thailand. Setelah bosen dengerin music dan mencoba tidur tapi gagal karena gw ga ngantuk, akhirnya gw denger bahasa Indonesia dari bangku sebelah, ternyata 5 dari 9 penumpang van ini pernah mencoba pepsodent adalah orang Indonesia termasuk gw, akhirnya gw ngobrol2, 2 orang didepan gw adalah pasangan suami istri yang udah sering banget ke penang dan hat yai, namanya lagi-lagi gw lupa, kata mereka makan di penang dan hat yai lebih enak-enak dan kalo belanja lebih awet produk Thailand barangnya, dan mereka baru aja check up di Penang, 2 orang disamping gw adalah ibu-ibu kakak beradik yang abis berobat di Penang, yg adik namanya kak Misrina (karena lebih tua dari gw), yang kakaknya gw lupa namanya. Keempat orang ini adalah warga Medan yang ga percaya dokter di daerahnya sendiri. PR besar buat para dokter dan pemerintah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kepercayaan warga negaranya.
Sebenernya g…

Just Another 2 Negara 3 Kota (Episode 3 : Goergtown Penang )

Setelah menjelajah dan melihat isi Fort Cornwallis, gw melanjutkan melangkah ke arah salah satu world heritage Site oleh Unesco, yaitu Goerge town. Dan backpacking gw di penang pun berlanjut.
Gw keluar ke arah kanan dari gerbang tempat gw masuk tadi, kembali ke arah pantai. Lalu menuju ke kiri, gw melewati sebuah taman dipinggir laut yang sepertinya enak untuk duduk-duduk santai, tapi gw lebih memilih melanjutkan perjalanan, setelah beberapa langkah gw sampai di salah satu monument yang bikin hati agak miris. Monument itu adalah War Monument, yaitu monumen untuk memperingati perang yang sudah terjadi, ada perang dunia 1, perang dunia 2, dan perang dalam negeri Malaysia, termasuk konfrontasi Indonesia – Malaysia.
“ Perang mungkin membuat kepuasan batin karena bisa saling mengalahkan, tapi yang tersisa dari egoisme masing-masing hanyalah kehancuran.” Di seberang War Monument terdapat sebuah gedung megah yang bergaya victoria, gedung tersebut terlihat terawat dengan cat putih bersih sepe…