Skip to main content

Mimpi itu akhirnya terwujud

Ya, akhirnya di pertengahan tahun 2012, tepatnya bulan Mei. Salah satu mimpi gw terwujud, jalan-jalan keluar negeri dengan budget terbatas. Dan Negara yang pertama kali gw kunjungin adalah sudah pasti dan tidak lain Singapore. Kenapa Singapore, ini seperti Negara latihan untuk para backpacker pemula seperti gw.

Perjalanan kali ini dimulai dengan tiket promo yang iseng2 dicari pas waktu senggang, iseng2 cari dan BANG!!, ketemu. Langsung liat tanggal merah pas ada cuti bersama dan eksekusi berhasil. Berangkat kamis malam dan pulang sabtu sore, dengan tiket PP Cuma 600ribuan(lupa harga tepatnya). Saat itu adrenalin dalam darah begitu terasa, senang campur aduk dengan kekhawatiran akan ini itu yang belum pasti bercampur aduk jadi satu. Tiket ini saya beli 7 bulan sebelumnya yaitu bulan November 2011. Tiket ketemu selanjutnya mikir itinerary dll.

Satu lagi yang lupa, saat beli tiket itu gw belom punya paspor. Ya paspor, betapa bodohnya gw, takutnya tiket yang sudah tercantum hanya nomer ktp tidak bisa berubah dan gw gagal terbang. Akhirnya prioritas utama ya bikin paspor, browsing sana sini ternyata dirjen imigrasi yang saat itu sedang berbenah bisa memasukkan data online, setelah baca peraturan dan banyak blog, kok rada ribet ya. Mulai dari upload dokumen yang ukurannya kecil, hanya sekitar 50MB, sampai detail-detail yang bikin saya bingung (karena sedikit sekali blog yg bisa memberikan info), karena layanan ini tergolong baru. Daripada bingung, akhirnya saya putuskan untuk membuat cara konvensional, walaupun agak sedikit menyita waktu, tapi kalau jalan sendiri dan tanpa calo murah dan sesuai harga resmi.

Setelah antri dan ijin-ijin kantor akhirnya selesai juga paspor pertama gw, bangga dan haru (agak lebay sih) berampur aduk. Akhirnya persiapan inti jadi juga, dan selanjutnya tinggal menyiapkan itinerary perjalanan sedetail mungkin beserta rencana cadangan. Cara bikin paspor akan gw kasih tau di postingan berikutnya, dan beda visa dan paspor jg akan gw jelasin di postingan berikutnya. Setelah paspor ditangan dan Alhamdulillah detail penumpang bisa diupdate, dan ketakutan gw yg agak lebay akhirnya hilang.

Next, yang paling inti adalah cari penginapan, setelah menimbang dan memutuskan, akhirnya pilihan jatuh kepada hotel karena harganya ga beda jauh dari hostel, dan gw agak sedikit egois kalo make kamar mandi,hehe. Akhirnya cari2 di travel dan dapet seharga 500rban per malam di daerah geylang (sebelum browsing, gw ga tau itu daerah apa) yang deket stasiun MRT Aljunied, dan ternyata gw kena jebakan betmen, cerita lengkap di postingan setelah ini.

Setelah persiapan inti lengkap dan semua sudah ditangan, akhirnya tanggal itu dating juga. Persiapan beres langsung berangkat ke soeta untuk menjemput mimpi gw. Oiya, kebetulan gw punya temen SMP yg lagi kerja di Singapore, dan gw udah hubungin dia. Lumayan bisa nanya2 pas kesasar. Packing beres, pamitan ke orang tua berangkatlah ke soeta terminal 3.


Sesampainya di terminal 3, gw langsung self check in pake kayak mesin vending gitu, tinggal masukin nomer tiket dan boarding pass langsung keluar. Kalo check ini di konter manual pake air asia itu bayar lagi, jadi gw pilih self check in krn gw ga bawa bagasi. Boarding pass udah ditangan, selanjutnya isi perut dan langsung masuk ke waiting room melewati imigrasi dulu. Bayar airport  tax Rp. 150.000, dan cap pertama di paspor akhirnya didapet, cap keluar imigrasi di Indonesia. Setelah nunggu agak lama karena pesawat gw delay 30 menit. Akhirnya dipanggi boarding dan duduk manis dipesawat, lalu dimulailah perjalanan pertama gw sebagai backpacker.

Comments

Post a Comment

comment anda adalah motivasi saya untuk lebih baik dalam menulis

Popular posts from this blog

Tips Ngegembel : Tidur di Bandara part 2 (KLIA 2, DON MUEANG, HANEDA)

First Family Travelling : Pengalaman Vaksin di Kuala Lumpur

Babymoon : Jepang, Sebuah Permulaan