Friday, August 10, 2018

Ngapain sih jalan-jalan sama bayi???


Bogor
Gak, pertanyaan diatas gak perlu dijawab pake judul skripsi. Lagipula skripsi itu untuk dikenang, bukan untuk diulang, jadi revisi sampai mana??, kapan lulus??. ehem.

Jalan-jalan sama anak balita itu repot dan ribet, bawaannya banyak. sebentar2 harus berhenti istirahat. Iya, seribet itu. 

Lah trus kenapa saya mau jalan-jalan sama anak??, toh anaknya juga belum ngerti dan akan lupa. ini dia jawabannya mblo.




1. Infant dan anak dibawah 12 tahun tiketnya murah

Yup, bener, infant atau anak dibawah 2 tahun tiket pesawatnya masih gratis karena dipangku, dan untuk anak dibawah 12 tahun biasanya ada harga tiket khusus tergantung maskapainya, ada yang 10% dari tiket dewasa, 20% sampai gratis.

4 Month old zaza at train from bandung
Belajar Backpacking ke bogor
Ragunan zoo
Staycation



































Baca Juga : Staycation Hotel Sunlake


2. Hotel dan breakfast masih belum bayar

Anak yang dibawah 12 tahun biasanya masih gratis dan gak perlu nambah ekstra bed, peraturan ini rata-rata ada di syarat dan ketentuan kalau memesan hotel.

Selain masalah kamar, untuk makan biasanya masih belum bayar. Lagipula anak 2 tahun belum makan banyak, jadi rugi kan kalau harus bayar untuk sarapannya.


Baca Juga : Staycation Hotel Alila Jakarta

3. Melatih daya tahan anak

Emang sih untuk yang ini belum ada bukti ilmiahnya. Tapi waktu zaza masih umur 1 bulan, udah gw ajak jalan-jalan ke emol. 

Alhamdulillah daya tahan tubuhnya lumayan kuat, sakit cuma batpil dan gak pernah lebih dari seminggu. Mudah2an terus bertahan kayak gini.

Yah jalan-jalan bukan satu-satunya faktor dong, ada asupan makanan dan kebersihan juga. Selain itu tiap anak punya tubuh yang berbeda-beda, jadi jangan disamain ya wahai netijen yang maha nyinyir.

Sahid Eminence Puncak

Ferish wheel AEON JGC
4. Menciptakan momen

Inilah yang paling penting, MENCIPTAKAN MOMEN, emang sih zaza bakalan lupa kalau udah pernah diajak kesana kemari. Tapi kami setidaknya udah menciptakan momen bersama.

Umur akan semakin bertambah, dan semakin dewasa, tiap anak akan punya dunianya sendiri. Remaja akan mulai banyak main sama temen-temennya, apalagi kalau udah punya suami/istri, pasti akan sibuk sama pasangan dan keluarganya.

Ruins of St. Paul Macao

Disneyland Hong Kong
Baca Juga : Birthday Winter Trip : Hong Kong - Macau Part 1

Nah mulai sedini mungkin saya ingin menciptakan momen bersama keluarga sebanyak-banyaknya, sebelum umur zaza bertambah dan punya dunianya sendiri. Kenapa??, toh kalian yang pernah remaja pasti pernah agak males kalau diajak ortu jalan-jalan. Kalau sama teman kemanapun ayok, yee kan??. 

Kuala Lumpur
Baca Juga : Pengalaman vaksin MMR di Kuala Lumpur

Lagipula selama blog ini ada, dan google gak down. tulisan saya di blog ini akan terbaca sampai cucu saya nanti. 

Ada pepatah mengatakan "Kalau kau ingin melihat dunia, bacalah buku. Kalau kau ingin hidup selamanya, Tulislah buku"

---||---

Jadi ayo yang udah berkeluarga ciptakan momen sama anak sedini mungkin, dan yang belum berkeluarga ajaklah bapak ibumu jalan-jalan, atau jangan nolak kalau diajak jalan-jalan sama mereka.

Friday, August 3, 2018

Birthday winter trip : Hong Kong - Macau (Episode 1 - Traveldrama)

Macao Airport
Kami sekeluarga pengen banget ngerasain liburan musin dingin ngeliat salju. Tetapi tempat liburan akhirnya ditentukan juga sama tiket promo Air Asia budged. 

Tahun ini kami memilih ke Hong Kong dan Macau, alesannya karena pengen ngerasain musim dingin di tempat yang gak terlalu dingin, terus lagi-lagi Air asia ada promo rute baru ke Macao direct flight dari Jakarta dan kami sekeluarga belum pernah kesana. Tiket seperti biasa dibeli 9 bulan sebelum berangkat. 

Etapi ada kejutan muncul, saya menang jalan-jalan gratis ke Hong Kong dari detik travel - ceritanya disini- . sekalian survey dan cek ombak.

Tetapi namanya rute baru, kejutan super duper lucu muncul sebelum kami sekeluarga berangkat. Air Asia Indonesia menghapus rute langsung Jakarta - Macao, mungkin karena high cost dan kurang laku, sehingga kami harus re-schedule dan berangkat dengan transit melalui Kuala Lumpur.

Re-schedule ini mengacaukan itinerary sehingga waktu cuti saya harus ditambah, dan naik pesawat tengah malam ke Kuala Lumpur. Budged-pun harus bertambah karena saya memutuskan menginap 1 hari di Kuala Lumpur. 

Untuk re-schedule saya harus sabar-sabar. pertama saya mengirim email dan twit, tapi sampai 2 minggu sebelum berangkat belum ada kabar. saya lalu mengirim twit lagi dan setelah agak lama baru dibalas dan di telpon oleh pihak AA malaysia, karena saya dari Jakarta saya diarahkan untuk menelpon nomer telpon AA Indonesia.

Saya menelpon nomer call center AA Indonesia, dan entah keberapa ribu kali(lebay) saya menjelaskan masalah re-schedule saya. Untungnya pihak AA Indonesia sangat responsive saat saya menelpon, saya diberi jadwal re-schedule yang baru sesuai permintaan, dan jadwal terbang baru langsung dikirim saat itu juga. Saya agak tenang setelah jadwal baru diterima dannnn, ternyata jadwalnya Salah. Saya dikirimkan jadwal berangkat tahun 2017.

Bu istrilah yang menyadari kalau jadwalnya berbeda tahun, dan sadarnya jam 1 malam. paginya saya menelpon kembali ke AA Indonesia, lalu berulang menjelaskan kembali masalah re-schedule ini, pfffttt. Saya dijanjikan akan ditelpon sorenya untuk re-schedule, karena atasan yg menangani masalah ini sedang rapat. 

Siang berganti sore, tetapi belum ada telpon, karena kesibukan saya memutuskan untuk menelpon nanti saat sudah dirumah. Malam hari saat menunggu ojek online saya akhirnya di telpon, dan lagi-lagi saya menjelaskan panjang lebar mengenai re-schedule ini, hufffttt. Karena yang menelpon langsung orang yang mempunyai otoritas, jadwal terbang saya langsung diubah dan dikirim email saat itu juga. Saya langsung cek email dan semua perintilan tanggal, Alhamdulillah akhirnya semuanya benar.

Sebelum re-schedule, penerbangan langsung Jakarta - Macao seharusnya berangkat jam 2.30 pagi dan sampai jam 7.30 waktu Macao. Tetapi karena re-schedule saya harus mengambil penerbangan 00.30 malam ke Kuala Lumpur dan transit sekitar 2 jam sebelum penerbangan KL - Macao jam 5.30 pagi. Seharusnya sudah sampai di Macao pagi hari tetapi jadi molor ke siang hari.

Re-schedule ini juga mengacaukan waktu tidur zaza. Selama penerbangan ke KL zaza bangun, sehingga sangat rewel dan tantrum karena mengantuk tapi tidak bisa tidur, selama transitpun zaza tidak tidur karena suasana bandara yang cukup ramai di pagi hari. Jika zaza tidak tidur, kebayangkan saya dan bu istri yang juga capek dan mengantuk karena juga harus begadang.

Penerbangan KL - Macao ditempuh dalam waktu 3 jam 50 menit, Alhamdulillah zaza tidur setelah 1 jam mengudara sehingga saya dan bu istri bisa tidur juga. 

Zaza tidur
Tepat jam 10 lewat kami sampai di Macao International Airport. tetapi perjalanan belum selesai, kami masih harus melanjutkan ke Hong Kong dengan naik Kapal Laut. Ini adalah pertama kalinya zaza naik kapal. 

Sesampainya di Macao kami duduk-duduk dulu di bandara sekaligus sarapan makanan yang kami beli di pesawat. Suhu udara saat itu sekitar 16 derajat celcius, saya sangat senang karena pertama kalinya merasakan winter trip dan berjalan-jalan keluar sekitar bandara(kok norak ya,hahaha). 

Nasi Lemak Air Asia

Oh iya, perjalanan kali ini juga merupakan hadiah dari saya untuk bu istri yang akan berulang tahun.

Ceritanya akan berlanjut di episode 2 ya... stay tune

Macao Airport
Macao Airport



Friday, July 20, 2018

Babymoon Jepang Day 4 : Jatuh Cinta di Kyoto

Near Togetsukyo Bridge
Saya jatuh cinta. bukan, bukan dengan cewe-cewe jepangnya, tapi jatuh cinta dengan keindahan Kyoto. Kata orang yang sudah pernah ke kyoto, pemandangan disini Juara!!!, suasana kota Jepang tempo dulu, alam yang indah dan suasana yang tenang ada semua dalam kota ini. 

Kyoto adalah ibukota Jepang yang biasa disebut Edo sebelum pindah ke Tokyo pada tahun 1800an. Sayangnya saya hanya mengunjunginya 1 hari saja saat babymoon tahun 2016. Dan saya menyesal tidak menginap di kota ini. Mudah-mudahan next trip ke Jepang saya bisa menjelajahi kota ini lebih lama dan lebih dalam.

DRAMA SEBELUM BERANGKAT

Setelah seharian main di Universal Studio Osaka dan jadi cendol manusia malam sebelumnya, saya kecapekan dan terserang flu, badan saya agak hangat dan pilek saat bangun pagi-pagi sekali. 

Untungnya saya pergi bersama dokter, setelah minum obat saya memutuskan kembali tidur dan bangun agak siang, sekitar jam 9. sekalian mengistirahatkan bu istri yang juga sedang hamil. Walhasil kami membuang 1/2 hari saat hendak ke kyoto.

Kami baru sampai kyoto sekitar jam 12 siang dan melewatkan makan ramen di Ayam-Ya dekat stasiun Kyoto. Kami hanya membeli onigiri (lagi) di family mart untuk mengganjal perut.

DARI OSAKA KE KYOTO(NAIK SHINKANSEN PERTAMA KALI)

Dari Hotel kami didaerah dekat stasiun Shin-Imamiya, kami harus ke Shin-Osaka Station untuk naik Shinkansen ke Kyoto.

Ingat ya, Osaka Station dan Shin Osaka Station adalah tempat yang berbeda.

Shinkansen
Dari stasiun Shin-Imamiya kami naik Osaka Loop Line sampai stasiun Osaka, lalu berganti kereta ke Tokaido Sanyo line ke stasiun Shin-Osaka. 

Stasiun Shin-Osaka ini sangat besar, untuk menuju counter tiket Shinkansen jaraknya cukup jauh dari gate keluar kereta lokal, kami harus berjalan sekitar 15 menit. Ya mungkin karena bu istri juga sedang hamil, jadi kami berjalan sangat santai. Vending machine untuk shinkansen cukup banyak, ada juga counter ticket. Saya lebih memilih cara gampang, yaitu ke counter ticket sekalian bertanya-tanya ke petugasnya yang bahasa inggrisnya cukup lancar. 

Harga tiket dari Osaka ke Kyoto adalah 1.420 JPY, jarak osaka ke kyoto kira-kira hampir sama dengan jarak Jakarta ke Bogor. Waktu tempuhnya kalau naik Shinkansen adalah 14 menit saja, dan kalau naik kereta lokal yang berhenti di setiap stasiun hanya sekitar 30 menit.

SAGANO SCENIC RAILWAY, YANG WAJIB DICOBA DI KYOTO

Setelah sampai di stasiun Kyoto, kami melanjutkan perjalanan dengan transfer ke kereta local untuk menuju ke daerah Arashiyama. Kami naik kereta JR San-In line sampai stasiun Saga-Arashiyama.

sesampainya di stasiun Saga-Arashiyama kami membeli tiket untuk kereta wisata Sagano Scenic Railway. 

Kenapa Wajib mencoba kereta wisata ini, karena pemandangan dari kereta ini SUPER Abis !!!. Jalur kereta ini melewati pinggir sungai Katsura dan menembus bukit-bukit yang indah. Kalau musimnya pas, bunga Sakura bermekaran di sepanjang Jalur Kereta. Dan kalau lagi autumn, pemandangannya berubah menjadi daun-daun dan berguguran, Keren Parah. Sayangnya pas kami kesana pemandangannya sudah berubah semua menjadi hijau, tapi tetep keren.


Old locomotive at Saga Toroko Station

Saga Toroko Station

Sagano Scenic Railways

Inside Sagano Scenic Railways

ARASHIYAMA

Setelah membeli tiket kereta wisata, kami masih mempunyai waktu sekitar 2 jam untuk menjelajahi Arashiyama. niat awal kami ingin memutari Hutan bambu yang terkenal itu sampi Togetsukyo bridge. Tapi kok jauh ya dan makan waktu, lagipula agak kasian sama bu istri yang akan berjalan sekitar 3 Km dalam kondisi Hamil, akhirnya rencana awal dibatalkan dan kami hanya foto-foto sebentar saat memasuki Hutan Bambu Arashiyama.

Setelah foto-foto kami langsung menuju Togetsukyo Bridge, kayaknya hampir semua tempat di Arashiyama ini foto-able, sehingga kami berhenti sebentar-sebentar untuk mengambil foto.

Sesampainya di Togetsukyo bridge pemandangannya Keren Abis !!!. lihat aja sendiri dari hasil foto ini.

Jajan Mochi
Togetsukyo Bridge
Setelah duduk-duduk sebentar kami kembali ke Saga Arashiyama station karena waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang, kami akan naik kereta wisata jam 2.30. Di sepanjang jalan banyak toko-toko souvenir dan makanan, kami mampir membeli mochi yang enak dan setoples kecil bawang wijen yang rasanya sangat enak jika dicampur Nasi dan mie goreng, saya menyesal hanya membeli 1, memang penyesalan datangnya di setelah sampai di Indonesia ya, hahaha.

Arashiyama Bammbo forest

Arashiyama Bammbo forest

KIYOMIZUDERA TEMPLE DAN GION.

Setelah menikmati pemandangan yang Super!!! dari kereta wisata kami sampai di Stasiun Toroka Kameoka Station, dan untuk kembali ke Kyoto Station kami harus ke Umahori Station yang jaraknya sekitar 500 meter. Pemandangan sepanjang jalan tidak kalah indahnya, suasana khas desa Jepang dengan sawah dan pegunungan di kejauhan menemani kami berjalan, Keren Abis!!.

Karena hanya makan onigiri, saat sampai Stasiun Kyoto kami kelaparan. Akhirnya kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu sekalian sholat Azhar dan Jamak Dzuhur di Ramen Halal Gion Naritaya.

Dari Stasiun Kyoto kami naik bis, dan untuk mengirit budged kami membeli one day bus pass seharga 500 JPY per orang (update per 2018 harganya 600 JPY/orang). Bus pas ini membuat pemakainya naik bus gratis se-Kyoto selama 1 hari. FYI, harga per trip untuk bis sekitar 130-280 JPY tergantung jarak, karena itu sangat disarankan membeli bus pass ini. Loket untuk membeli Bus Pass ini ada di pintu keluar kyoto station. Tinggal cari saja Tourist Center.
Kyoto Station

Bis Sign at Kyoto Station

Inside Kyoto Bus

Push this button to stop the bus
Untuk Naik bus di Kyoto sangat mudah, tinggal lihat saja peta dan naik bis yang dituju. Didalam bis tersedia layar informasi halte yang akan menjadi pemberhentian bis berikutnya, layarnya dalam bahasa Jepang dan Latin, dan jika sudah mendekati halte yang kita tuju cukup pencet tombol stop yang ada di dalam bis.

Setelah Makan kami terburu-buru menuju Kiyomizu dera temple yang akan tutup jam 6 sore, memang rata-rata kuil di Jepang akan tutup jam 6 sore. kami selesai makan jam 5 kurang. 

Ternyata Jalan menuju Kiyomizudera temple cukup menantang, jalannya menanjak, apalagi sore saat itu mulai gerimis, setelah berdiskusi akhirnya hanya saya sendiri yang melanjutkan perjalanan, bu istri yang tidak bisa berjalan cepat tidak masuk ke kuil dan akan menunggu di depan pintu masuk.

Sepanjang jalan menanjak sebenarnya banyak toko-toko souvenir dan makanan, tapi karena sudah memasuki waktu tutup kuil banyak dari toko yang juga mulai tutup. Bangunan tokonya hampir semua beraksen kayu dan berbentuk seperti rumah Jepang jaman old, sangat foto-able. 

Saat sampai di depan pintu masuk kuil, yang harus melewati tangga-tangga yang menguras tenaga, waktu sudah menunjukkan 5.30, tetapi loket masuk masih buka dan penjaga loket yang masih bertugas juga sangat ramah. Beda dengan disini kalau sudah mau waktu pulang, akan malas-malasan melayani pelanggan, hayo ngaku kalian.

Setelah membayar 400 JPY saya masuk ke kuil dengan tergesa karena sudah hampir jam tutup. Pemandangannya ???, wah Super Keren!!.

Otowa Waterfall inside Kiyomizudera Temple

View from Kiyomizudera Temple

Mandatory tourist Pic Kiyomizudera Temple

Otowa Waterfall inside Kiyomizudera Temple
Coba kalau bisa meikmati kuil ini lebih lama, pasti akan sangat nikmat. Saat mengambil beberapa foto, ada pengumuman lewat speaker kalau kuil akan segera tutup dan para pengunjung dipersilahkan keluar. Pintu masuk dan keluar ternyata berbeda, ikuti saja arah petunjuknya.

Saat berjalan menuju pintu keluar hujan yang tadi masih gerimis menjadi cukup deras, untung saja tadi saya sudah membeli payung untuk bu istri. tetapi saya menjadi basah kuyup dan sedikit kedinginan, apalagi suhu di jepang saat itu sedang 16 derajat.

Setelah keluar kami melanjutkan perjalanan mengekslor Gion, tempat para Geisha yang terkenal itu. Sayangnya saat itu hujan masih turun. Dan mungkin para Geisha tidak berani keluar karena takut bedaknya luntur.

Daerah Gion membuat saya Jatuh Cinta lagi, suasana Jepang Tempo dulu sangat terasa disini, ditambah lampu-lampu yang indah menyala saat malam, Super Keren pokoknya.

Gion Kyoto at Rainy day

old Japanese style House at Gion Kyoto

Gion Kyoto
Karena kecapekan kami harus menyudahi menjelajah Kyoto ini dan kembali ke hotel di Osaka, mudah-mudahan di kesempatan berikutnya ke Jepang kami bisa menjelajahi Kyoto lebih lama dan kembali menghayal untuk menghabiskan masa tua di kota ini, mengurus restoran halal sambil menunggu zaza berkunjung bersama anaknya kelak, cucu kami.

Friday, June 22, 2018

Staycation Story : Sehari Di Alila Hotel Pecenongan Jakarta

Deluxe room
Wah ternyata udah lama juga gak update blog. selain karena faktor M (males), juga karena laptop ngadat dan mati total. sehingga menghilangkan mood nulis karena semua foto tersimpan di laptop. hoho.

Kali ini saya mau berbagi pengalaman Staycation di Hotel Alila Jakarta, Lokasinya ada di jalan Pecenongan Jakarta Pusat, dekat kawasan Monas. BTW udah pada baca cerita Staycation yang ini ??, kali ini saya juga gak dibayar untuk mereview hotel ini, jadinya gak ada beban moral untuk bilang yang bagus-bagus, hehe.

Berawal dari kebosanan karena rutinitas, mau liburan ke LN duitnya belum kekumpul, ke Luar kota kok males ya. akhirnya di bulan april kemarin kita memutuskan Staycation aja. 

Karena Masih di dalam kota, saya menggunakan motor untuk menuju ke Hotel. Berbeda dengan parkir mobil yang terletak di dekat lobby, parkir motor terletak di samping hotel, berbeda pintu tapi masih satu area dengan hotel.

Resepsionis terletak di paling ujung kiri pintu masuk lobby yang didominasi cat putih dengan sentuhan dinding kayu, lobby yang terasa cukup homey dengan dekorasinya. Keramahan khas Alila langsung terasa saat check in, dengan cekatan resepsionis merespon request check in saya, tidak sampai 10 menit saya sudah mendapatkan kunci untuk segera masuk ke kamar.

Resepsionis Hotel

Lobby Hotel

Kamar Deluxe yang masih perlu ditingkatkan dekorasinya.

Saya memesan kamar deluxe dengan harga sekitar 780 ribu. Memasuki kamar saya agak kecewa dengan dekorasinya yang sangat minim, dinding masih sangat polos tanpa dekorasi. 

Untuk sekelas Alila sepertinya harus ditingkatkan lagi untuk dekorasi kamar. Agar terkesan mewah dan tidak terkesan seperti kamar apartemen yang baru jadi.

Deluxe Room Alila

Pemandangan dari Jendela Kamar

Untuk kebersihan kamar sangat baik, tidak ada debu sedikitpun di perabotannya. Yang cukup saya suka adalah amenities yang tersedia di kamar mandinya, sangat lengkap dan terkesan mewah. 

Fasilitas kamar cukup standar seperti teko pembuat kopi dan tv kabel dengan saluran yang cukup banyak.

Wifi di kamar kecepatannya keren, untuk menonton vidio di youtube tidak membutuhkan buffering

Coffee and Tea Making Facilities Alila Jakarta

Kolam renang yang nyaman

Kolam Renang Alila Jakarta
Salah satu kesukaan zaza adalah berenang, karena itu sesaat setelah menaruh semua barang di kamar kami mencoba kolam renang yang terletak di lantai 6, di lantai yang sama juga terdapat SPA yang tidak kami coba karena cukup mahal, hahaha.

Sore itu kolam renang sangat sepi, hanya ada kami. Kolam renangnya ada 2, satu kolam kecil setinggi sekitar 50 cm untuk anak-anak, dan kolam besar untuk dewasa.

Di pinggir kolam tersedia beberapa lazy chair untuk bersantai, tetapi menurut saya kebersihannya tidak cukup baik karena banyak noda, mungkin bisa diperhatikan lagi untuk kebersihan lazy chair-nya.

Ada sebuah bar kecil yang menjual minuman dan makanan ringan bagi yang lapar setelah berenang. Handuk gratis tersedia di Bar ini.

Kolam renang menurut saya cukup baik, airnya bersih dan tidak bau kaporit. kami menghabiskan waktu sore dengan berenang disini.

Kolam Renang Alila Jakarta

Fasilitas Bermain Anak yang Keren

Hotel Alila ini punya fasilitas bermain anak yang cukup keren, namanya Play Alila. lokasi tempat bermain ini ada di lantai lobby, sebelah Buzz restaurant yang digunakan untuk tempat sarapan.

fasilitasnya ada kertas menggambar, sebuah tenda kecil dengan beberapa boneka di dalamnya dan beberapa buah mainan. cukup untuk membuat zaza senang.

Fasilitas Bermain anak

Fasilitas Bermain anak

Sarapan di Buzz Restaurant

Salah satu highlight dalam staycation adalah sarapan pagi yang enak, dan Hotel Alila Menurut saya punya itu.

Sarapan pagi di Buzz restaurant ini cukup lengkap, ada menu western dan tradisional di buffee bar. 

Buzz Restaurant Alila Jakarta

Yang menjadi favorit saya adalah menu nasi pecel sayur dan kwetiau siram yang enak. 

Selain itu beberapa menu standar seperti salad Bar, Cereal Bar, egg station dan Bread Station

Buffee Bar

Cereal Bar

Egg Station

Salad Bar

Kwetiaw Siram

Pecel Sayur
Overall, pengalaman menginap di Alila ini menjadi salah satu pengalaman terbaik saya. Semua fasilitas, keramahan dan makanan di Alila ini sangat memuaskan, tentunya dengan catatan kamar tipe Deluxe dapat ditingkatkan lagi dekorasinya.

Skor umum : 8/10
Kamar : 6/10
Pelayanan : 8/10
Fasilitas : 8/10
Sarapan :8/10