Skip to main content

Pensiun Backpacker : Episode 4 - Unesco World Heritage Site Angkor Wat

Tiket Masuk Siem Reap
Jam 4 kurang saya sudah bangun, setelah mandi dan sarapan seadanya saya solat dan keluar hotel. Tuk-tuk sudah standby saat saya keluar hotel. Setelah saya naik, kami langsung melaju ke tempat penjualan tiket.

Tempat penjualan tiket terletak agak jauh dari pintu masuk candi pertama, sekitar 6 KM.

Suasana Jalan dari hotel ke tempat penjualan tiket sangat sepi, hanya beberapa kendaraan melaju pelan, udaranya sejuk cendreung dingin, sangat segar. Setelah mendapat tiket one day, saya langsung menuju ke tempat melihat sunrise, yaitu Angkor Wat.

Jadi Angkor Wat ini adalah salah satu nama candi dari banyaknya komplek candi di kota Siem Reap ini. Ada puluhan candi yang ada di Kota ini, dan bisa memakan waktu berhari-hari untuk menjelajah seluruh candi. Untuk bule-bule yang cutinya banyak atau memang resign dari pekerjaannya dan menikmati hidup menjelajah seluruh dunia, banyak yang membeli tiket 7 hari untuk menjelajahi komplek Angkor ini dengan bersepeda.

"Untuk paket tur, karena keterbatasan waktu, saya memilih Small Circle. Selain small, ada medium dan grand circle tour, tentu dengan biaya yang lebih mahal."

Dari tempat parkir candi pertama ternyata cukup jauh untuk sampai ke spot sunrise, supir tuk-tuk akan menunggu di tempat keluar yang berbeda dari tempat masuk, jadi pastikan kalian tidak kembali ke tempat kalian turun pertama kali. Kalian dapat belajar kesetiaan dari supir tuk-tuk disini karena mereka akan menunggu berapa lamapun kalian bersenang-senang di dalam candi.

Ticket Counter Angkor Wat Complex

Sunrise at Angkor Wat

Angkor Wat
Jalanan dari tempat parkir cukup gelap, banyak yang membawa senter, tapi saya cukup menerangi jalan dengan amal ibadah cahaya senter dari HP. Tidak usah takut tersasar karena banyak sekali orang yang ingin menikmati sunrise disini, jadi ikuti saja kearah dimana orang-orang berjalan.

Spot sunrise sangat amat ramai oleh turis, tapi masih tertib, saya dan ratusan orang lain menunggu hingga sang surya muncul dengan indahnya.

Setelah agak terang, saya melangkahkan kaki untuk melihat ke dalam candi pertama, Angkor Wat. Keadaan didalam lagi-lagi sangat ramai. Suasana didalam candi angak pengap dan lembab, ya wajar saja, namanya juga candi ratusan tahun. Kalau kalian pernah masuk ke dalam candi perambanan, udaranya hampir sama seperti itu.

Saya melangkahkan kaki ke setiap sudut candi, bahkan hingga ke puncak candi. Untuk naik ke puncak candi ada pembatasan jumlah orang, sehingga cukup antri, waktu diatas juga tidak dibatasi jadi antrian sedikit lama, saya menggunakan waktu menunggu untuk beristirahat sejenak karena untuk naik ke atas tangga yang digunakan cukup curam dan pastinya memakan banyak tenaga.

Setelah tiba giliran saya, petugas memberikan sebuah nametag bernomor. cukup pintar untuk membatasi jumlah orang yang ada di atas. Sesampainya diatas pemandangannya beeeeuhhhhh, CAKEP, dari atas kita bisa melihat agak jauh ke sudut kota Siem Reap ini, udaranya juga cukup sejuk dengan smilir angin yang menyegarkan. JUARA.

View from top of Angkor Wat Temple

View from top of Angkor Wat Temple
Waktu menunjukkan pukul 10.30 lewat saat saya keluar dari kuil menuju parkiran. Si supir tuktuk langsung sigap menyalakan tuktuknya setelah melihat saya, petualangan dilanjutkan menuju candi kedua, yaitu Angkor Thom.

Perjalanan dari Angkor Wat ke Angkor Thom tidak sampai 15 menit, cukup dekat. sepanjang perjalanan saya disuguhkan pemandangan rimbunnya pepohonan, cukup sejuk disiang hari yang panas di Siem Reap.

Angkor Thom Temple
Keadaan di Angkor Thom cukup ramai, tapi tidak seramai Angkor Wat. Saya mengelilingi seluruh bagian candi, setelah agak lelah saya duduk sebentar sambil melihat-lihat galery HP. Candi ini tidak terlalu besar dan tinggi, lantai tertingginya hanya seperti lantai 2 rumah biasa.
"Di pintu masuk setiap candi ada petugas yang berjaga memeriksa tiket, jadi jangan sampai tiketnya hilang "
Kurang lebih 1 Jam saya menjelajah Angkor Thom, saya melanjutkan ke spot selanjutnya, komplek kecil yang terdiri dari beberapa candi, yaitu Phimeanakas dan Terace of Elephant. Dari pintu keluar Angkor Thom tuktuk kembali berjalan, tidak sampai 5 menit saya sudah sampai ke tempat ketiga. " i wait there, parking ", supir tuktuk saya menjelaskan bahwa dia akan menunggu di tempat parkir diujung jalan, tidak jauh dari exit route di tempat ketiga ini. Ok, saya membalasnya.

Waktu hampir tengah hari, saya mulai agak lapar, tetapi saya tidak mau makan di sekitar tempat parkir karena tidak terjami kehalalannya, saya hanya ngemil coklat kit-kat (bukan iklan) untuk mengganjal lapar.

Tuk-Tuk at Angkor Wat

Phimeanakas Temple
Di komplek candi Phimeanakas suasana sangat sepi, saat berjalan kedalam saya tidak menemukan satu orangpun turis. Sesampainya didalam ternyata komplek candi ini cukup besar dengan tinggi yang lumayan, saya memutuskan untuk langsung menyusuri tangga dan menjelajah lantai atas saja, karena selain sudah siang dan lapar, energi saya sudah cukup terkuras di candi sebelumnya. Sesampainya diatas keadaan sangat sepi, saya hanya berpapasan dengan beberapa turis


Candi ini cukup tinggi, saya hanya beristirahat sebentar sambil menikmati suasana semilir angin dari ketinggian, setelah agak segar saya menuruni tangga menuju ke komplek candi berikutinya. Saya melewati hutan dengan pohon-pohon besar bahkan sangat besar untuk sampai ke Terace of Elephant. Tidak banyak yg bisa dilihat di Terace of Elephant karena candi ini cukup kecil. Tidak berlama-lama, saya segera keluar dan menemui tuktuk untuk menuju ke spot berikutnya.

Berikutnya saya diantar ke salah satu candi kecil yang bernama Thommanon , mungkin kaalau bisa dikatakan ini seperti gerbang karena diseberangnya ada candi lain. kalau bentuknya candi ini seperti candi borobudur yang lebih kecil. Di sini saya naik hingga ke atasnya dan beristirahat sebentar. Tidak sampai 20 menit saya berada disini, selain candi ini agak panas, saya juga sudah lelah untuk melihat-lihat. Disini juga banyak pedagang, baik kios ataupun yang mendatangi turis, mereka cukup sopan karena langsung meninggalkan saat dibilang "no". Saya agak ngiler dengan es kelapa yang dijual disalah satu kios, tapi saya urungkan niat membeli karena mengirit sisa dollar untuk makan malam nanti.

Saya naik ke tuk-tuk untuk sampai ke spot terakhir Ta Prohm, tempat paling terkenal di komplek Angkor Wat karena menjadi tempat syuting untuk film Tomb Raider. Diperjalanan saya hampir saja tertidur karena meinkmati angin sepoi-sepoi, ya maklum saja karena kecapekan dan kurang tidur karena bangun sangat pagi, 20 menit kemudian saya sampai di pintu masuk Ta Prohm.

Di Ta Prohm turis sangat amat ramai, seperti keramaian di Angkor Wat tadi. saya menyusuri trek yang sudah disediakan, disini saya melihat banyak rekonstruksi kuil karena banyak alat berat, dan beberapa bagian ditutup untuk turis. Sesampainya di spot paling terkenal keadaan sangat ramai, banyak grup tur yang berisi orang-rang tua mengantri untuk berfoto, saya bahkan agak dimarahi kakek tua korea karena disuruh cepat-cepat bergantian berfoto untuk grup turnya, huffttt.

Ta Prohm Temple

Scene di film Tomb Raider at Ta Prohm Temple Angkor Wat Complex


Setelah sedikit berfoto saya melanjutkan eksplor dan menuju ke pintu keluar, keadaan bertambah ramai karena grup tur yang sore untuk melihat sunset sudah mulai berjalan. Sesampainya di pintu keluar si supir tuktuk sudah sigap menunggu, dia menawarkan untuk makan siang, tapi saya menjawab untuk kembali saja ke hotel, saya sudah sangat lelah dan ingin tidur, lagipula makanan disini belum terjamin halal.

Sepanjang penjalanan saya lagi-lagi hampir tertidur, tapi tidak jadi setelah memasuki kawasan perkotaan, panas dan lembab serta berdebu membuat saya kembali terjaga. Sesampainya di hotel saya minum obat karena pusing menyerang, setelah itu saya mandi, sholat dan langsung tertidur hingga sore.

Di sore hari saya terbangun karena lapar, saya memutuskan makan KFC (lagi), lalu kembali ke hotel untuk sholat maghrib. Setelah sholat saya kembali ke night market untuk mencari sedikit oleh-oleh dan pijat.


Mendapat pijatan di kaki sangat nikmat setelah seharian jalan kaki naik turun mendaki kuil. Pijatnya sendiri cukup mahal, seharga 6 US dollar. Di hotel saya langsung packing karena besok pagi-pagi sekali saya sudah harus ke bandara untuk kembali ke Indonesia.

Comments

  1. luas bgt komplek candinya, sampai ada yg explore selama 7 hari ya. saya sih kalau ke sana mentok2 palingan 2 hari aja udah cukup lah,, gak perlu menjelajah semuanya juga :D

    -traveler paruh waktu

    ReplyDelete

Post a Comment

comment anda adalah motivasi saya untuk lebih baik dalam menulis

Popular posts from this blog

Tips Ngegembel : Tidur di Bandara part 2 (KLIA 2, DON MUEANG, HANEDA)

First Family Travelling : Pengalaman Vaksin di Kuala Lumpur

Babymoon : Jepang, Sebuah Permulaan