Skip to main content

Jogja Yang (Selalu) Istimewa


Kayaknya udah lama banget saya gak ke Liburan ke Jogja. Terakhir ke Jogja sekitar tahun 2008 saat jalan-jalan bareng keluarga karena acara gathering kantor papa.

Tahun 2018 saya berkesempatan kembali liburan disana, karena ke-impulsif-an saya membeli tiket PP garuda promo, ya padahal gak promo-promo amat karena tiketnya kalo nambah 100 ribuan bisa buat ke KL, huft.

Karena temanya adalah anniversary pernikahan, kami merencanakan liburan yang santai. Makan, gegoleran, jalan-jalan, makan lagi, gegoleran lagi begitu terus selama 4 hari kami di jogja. Itinerary udah dibuat, tapi banyak tempat yang gak didatengin karena mager.

Kalo bawa anak balita hiburannya ya yang sesuai keinginannya, berenang udah pasti, tempatnya adem, makan dan jajanan yang enak juga menjadi keharusan. Yang penting semua senang dan kenyang.

Hari Ke-1 (9 September 2018):

Kami sampai malam hari, jadi langsung ke Hotel saja di hari sebelumnya, Pagi-paginya kami bangun agak siang dan sarapan, tempat pertama yang kami datangi adalah Tempo Gelato yang saat itu lagi hits di Jogja.

Tempatnya penuh luar biasa, kebiasaan orang Indonesia(termasuk gw) adalah ngobrol lama walaupun udah selesai makan, gak sadar diri kalo ada orang yang mau makan. Untungnya karena bawa anak kecil kita berhasil dapet tempat duduk, huft.



Setelah ngemil berikutnya makan, kita makan di ayam geprek bu Made, sekaligus arah mau ke candi Prambanan. 

Menunya Unik, karena Ayam gepreknya dikasih kuah Tongseng. Ayam gepreknya pedes gurih, ditambah kuah tongseng yang lebih dominan manis gurih. Rasanya dalam tiap suapan jadi lengkap bin kumplit, Enakkkk.


Setelah kenyang kami ke Candi Prambanan, menikmati sore sampai Candi ini hampir tutup.



Setelah gegoleran di Hotel, malemnya kami makan di Angkringan dan karena zachan udah ngantuk, kami cuma sebentar menikmati suasana malam jogja dan segera kembali ke Hotel.

Hari ke -2 (10 September 2018) :

Karena Temanya memang santuy, jadi kami bangun agak siang dan langsung menuju ke Borobudur. Sampai borobudur sudah tengah hari dan puuuanaaasss banget sampai zachan bete, Jadi kami cuma sebentar.



Di Perjalana Pulang ke Jogja (Karena Borobudur ini ada di Magelang), kami berhenti sebentar di Soto Batok Mbah Katrok.

Sotonya model bening, porsinya pas untuk ngemil, harganya yang bikin syok, murah abisss. Sesuai porsi juga sih. Tapi Enakkkkk


Sampai Jogja sudah sore dan kami kembali gegoleran saja sampai malem dan laper melanda. Malemnya kami makan di bakmi Pak Pele Alun-Alun.

Bakmi Pak Pele ini antriannya bikin pusing, untungnya sebelum kesini udah ngemil. Mungkin karena sudah ngemil dan capek ngantri, menurut saya rasa makanan disini hanya SNI aja, belum cukup membuat penilaian saya spesial.


Hari Ke-3 (11 September 2018):

Hari ini saya janjian bertemu dengan Raffi, murid Taekwondo yang sekarang kuliah dan tinggal di Jogja, Menyambung silaturahmi dan mengobrol.

Setelah itu sebenarnya kami mau cari oleh-oleh, tapi karena kerandoman saya, kami siang menjelang sore mengunjungi kopi klotok yang terkenal akan telor dadarnya. Iya betul, TELOR DADAR.

Saat sampai antriannya menggila, tapi tidak separah antrian kora-kora di dufan saat musim liburan. Etapi ini antrian untuk ambil makan, huft.

Kami berbagi tugas, bunda dan zachan memesan telor dadar dan menunggu di tempat masaknya sampai telornya dikasih, harus ditungguin karena untuk mendapatkan telor saja sampai waiting list dan akan diselak kalau tidak ditunggu ditempat.

Sedangkan saya mengambil menu buffet, saya mengambil nasi, sayur lodehnya yang juga terkenal, dan juga sayur sop untu zachan. Sayur sopnya ternyata juga J.U.A.RA. enakkkkkk. Sayur lodeh yang menurut review enak, ternyata salah, saya menilai sayur lodeh ini sebagai SAAANGGGAAAATTTT ENAAAKKKKKK.

Telur dadar yang dipesan bu istri datang melengkapi sajian Surgawi di dunia ini, ternyata Telurnya seperti yang dikatakan di review, JUARA.

yang kami lewatkan disini adalah pisang tanduk gorengnya yang juga Juara menurut review, ah sayang sekali.


Malamnya kami santai di hotel, gofood makanan dan gak kemana-mana. Menyenangkan

Hari ke-4 (12 September 2018) :

Hari terakhir liburan, setelah bangun kami packing dan siangnya check out dan menitipkan barang di hotel karena pesawat kami jadwalnya malam hari. Siang itu kami manfaatkan mencari oleh-oleh di malioboro. Setelah agak sore kami ke bandara.

Oh iya, selama liburan saya menyewa motor untuk mobilitas. Menyewa motor ini benar-benar efektif dan efisien. Dan bagi saya selama 4 hari menyetir di Jogja, kesan saya sebagai warga Jakarta yang tiap hari semrawut, orang-orang Jogja ini sangat amat tertib, di Lampu lalu lintas semua berhenti dibelakang zebra cross dan gak ada yang mengklakson duluan saat lampu akan berubah dari merah menjadi hijau.


Duh jadi kangen Jogja, Daerah yang Selalu Istimewa.

Comments

  1. hmmm, Jogja.. Udah lama bgt nggak ke sana. sama, terakhir ke sana tahun 2008 silam ahaha.. dari list di atas, baru ke malioboro dan borobudur aja..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete

Post a Comment

comment anda adalah motivasi saya untuk lebih baik dalam menulis

Popular posts from this blog

Tips Ngegembel : Tidur di Bandara part 2 (KLIA 2, DON MUEANG, HANEDA)

First Family Travelling : Pengalaman Vaksin di Kuala Lumpur

Babymoon : Jepang, Sebuah Permulaan