Thursday, February 15, 2018

First Family Travelling : Pengalaman Vaksin di Kuala Lumpur


Sebenarnya ide vaksin ini gak sengaja diungkapkan sebelum travelling. Saya dan bu istri awalnya tidak meniatkan untuk vaksin, tapi kebetulan umur zaza 15 bulan, ya jadi sekalian saja. Dalam sekali jalan, 2-3 hal terlampaui.

Vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella) sudah 2 tahun lebih tidak ada di Indonesia, sebenarnya ini vaksin tambahan yang tidak masuk imunisasi wajib, tapi menurut bu istri vaksin ini penting. Sebelum kami berangkat pemerintah tiba-tiba memberikan vaksin MR (Measles, Rubella) secara gratis, mungkin karena tekanan dari banyak pihak, entahlah karena kami tidak tahu. Bu istri yang berkonsultasi dengan teman-temannya akhirnya tidak mengikutkan zaza untuk vaksin ini, sekalian saja yang lengkap di Kuala Lumpur menurutnya.

Karena ini ranah medis, saya menyerahkan semuanya ke bu istri, mulai dari mencari rumah sakit, booking jadwal sampai memilih dokter. Tugas suami??, yup, menyiapkan itinerary, memilih hotel, merencanakan transport dan paling penting, menyiapkan semua biaya *kekepin kartu kredit*.

Vaksin MMR tersedia di hampir semua rumah sakit di Kuala Lumpur. Bu istri memilih Pantai Hospital di daerah Ampang. Untuk dokter spesialis anak bu istri memilih foto yang kira-kira wajahnya ramah. Kami memilih dr. Wan Khairina.

Membuat janji di Pantai Hospital Ampang sangat mudah, bisa book lewat WA di nomer +60 1639 82828. Isi chat akan ditanyakan beberapa hal (data pasien, ke dokter siapa, tanggal konsultasi, ect) tinggal diisi saja, dan kalau tidak mengerti bisa bertanya di WA. Bahasa yang digunakan bisa melayu dan inggris.

Saat hari yang dijadwalkan kami datang menggunakan grab. Sesampainya di lobby kami langsung menuju customer service dan menunjukkan bukti appointment di WA, selanjutnya kami diarahkan ke bagian pendaftaran.

Sesampainya di bagian pendaftaran, dokter yang kami pilih ternyata sedang cuti, dan akan kembali lagi 2 minggu kemudian. Waduh, gak mungkin banget kan kami balik lagi ke KL. Setelah sedikit berdiskusi kami akhirnya memutuskan untuk vaksin di dokter siapapun yang ada pada hari itu. Pilihan satu-satunya adalah dr. Thanasegar Radakrishnan. Hmm, dari namanya saja udah india banget, bukan rasis atau apa, saya pernah punya pengalaman tidak mengenakkan dengan orang India di cerita ini dan ini, karena dia dokter satu-satunya saya pasrahkan saja.

Untuk pendaftaran sendiri tidak ribet, hanya diminta paspor orang tua dan zaza, serta mengisi biodata pasien, dan membayar deposit awal MYR 300. Selanjutnya kami diberi nomer antrian dan menunggu di ruang tunggu praktek dokter.

Di jadwal sang dokter seharusnya praktek jam 10, tetapi telat sampai jam 11 lebih sedikit. Ternyata dokter spesialis di Indonesia dan Malaysia punya kebiasaan yang sama, yaitu telat *dikemplang bu istri* . Kami mendapat nomer antrian 6 dan menunggu sekitar 1 jam untuk dipanggil.

Pertama masuk kesan yang didapat dari dr. Thanasegar Radakrishnan adalah, RAMAHHHHHH. Yes, dokternya komunikatif dan ramah banget. Pertama kami menjelaskan maksud kedatangan kami yaitu untuk vaksin MMR, si dokter dengan komunikatif dan detail melakukan pemeriksaan dan bertanya ke kami segala hal mengenai kesehatan zaza, mulai dari umur, ditanya buku catatan vaksin (wajib dibawa), sampai kenapa jauh-jauh ke KL untuk vaksin.

Selanjutnya si dokter menjelaskan beberapa perihal medis, untuk ini semua saya serahkan ke bu istri. Bahasa yang kami gunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa melayu.

Saat si dokter tahu bu istri juga berprofesi dokter, obrolan kami semakin excited, si dokter bertanya ngalor ngidul bagaimana profesi dokter di Indonesia, serta menjelaskan juga bagaimana peraturan dokter di Malaysia.

Proses vaksin cukup cepat walaupun ada sedikit drama, zaza menjadi sangat cranky dan langsung menangis keras. Kami harus memegangi kaki dan tangannya saat proses suntik.

Setelah suntik kami dijelaskan mengenai hal apa saja yang mungkin terjadi, seperti badan zaza yang bisa menjadi panas karena efek vaksin dan system imun, serta ditanyakan apakah membawa obat-obatan, kami menjawab iya, jadi si dokter tidak memberikan resep karena ternyata obatnya sama dengan yang kami bawa.

Setelah selesai kami menuju ke bagian kasir untuk pembayaran, Harga yang dibayarkan ternyata hanya sekitar 75 MYR untuk vaksin dan biaya dokter, sepertinya sih, jasa dokter digratiskan karena satu profesi dengan bu istri.

Karena membayar dengan CC, saya diarahkan ke bagian refund. Prosesnyapun mudah dan tidak berbelit, tidak sampai 10 menit semua administrasi sudah selesai.

Besoknya hal yang dikhawatirkan Alhamdulillah tidak terjadi, zaza tidak panas sama sekali, malahan sangat ceria dan jadi lancar berjalan dan berlari kesana kemari di KLCC park.

Secara keseluruhan saya sangat merekomendasikan dr. Thanasegar Radakrishnan ini, pemeriksaan yang dilakukan sangat mendetail dan tidak terburu-buru. Orangnya juga ramah dan sangat komunikatif, bahkan sebelum mengetahui bahwa bu istri dokter.

Untuk biaya dokter, dari yang saya baca standarnya sekitar 75 – 100 MYR. Jadi siapkan sekitar 150 – 200 MYR untuk vaksi MMR ini ya.

zaza yang sehat dan tidak panas setelah vaksin

Monday, December 25, 2017

Pensiun Backpacker : Episode 3-Be Like King At Siem Reap

      Sekitar tahun 2011 saya sudah bermimpi untuk mengunjungi Siem Reap, bahkan saya sudah membeli e-book untuk backpacker kesana.

Seiring berjalannya waktu saya seperti lupa akan mimpi tersebut. Alhamdulillah mei 2017 ini semesta membawa saya mengunjungi mimpi masa lalu, setelah menikmati sepinya brunei, saya mengunjungi Kejayaan masa lalu di Siem Reap.

Pemilihan hotel di Siem Reap adalah kunci. Saya memilih hotel, iya benar anda tidak salah baca, saya menginap di HOTEL di pusat kota Siem Reap, dekat dengan mesjid yang banyak makanan Halal, dan Night Market.

Hotel ini seharga 18 USD/Malam, fasilitasnya lengkap, ada tv kabel, kamar pribadi yang cukup luas, kolam renang dan yang paling penting adalah antar jemput gratis ke bandara.

FYI, harga transportasi di kios bandara untuk ke tengah kota adalah 9 USD/ tuk-tuk atau ojek untuk sekali jalan, jika tidak ada fasilitas hotel saya harus mengeluarkan uang 18 USD hanya untuk transportasi saja.

Kios Transportasi airport ke Kota

Restoran Halal di Seam Reap yang cukup terkenal
Sesampainya di Bandara ternyata jemputan saya belum datang, padahal saya sudah mengonfirmasi lewat email seminggu sebelumnya. Seteleh membeli sim card local seharga 3,5 USD, saya meng-email hotel dan menanyakan dimana jemputan saya.

Tak lama berselang saya melihat nama saya di sebuah kertas yang dibawa seorang supir tuk-tuk, dengan bahasa inggris terbata si supir complain kalau dia sudah disini daritadi, lah saya tidak melihat dia karena tulisan di kertas adalah nama belakang saya.

“come follow-follow” ujarnya setelah sedikit drama tadi, saya mengikutinya keluar bandara, ketempat dia memarkirkan tuk-tuknya. Cukup jauh juga saya berjalan. Sesampainya di tuk-tuk, saya ditawarkan “paket tur” untuk mengunjungi candi-candi di Siem Reap besok.

Ada beberapa paket, saya memilih small circle seharga 15 USD untuk seharian, ditambah melihat sunrise seharga 5 USD, jadi totalnya 20 USD. Saya akan dijemput jam 4.30 pagi.

Perjalanan dari bandara ke Hotel cukup cepat, tidak ada macet, hanya sekitar 20 menit. Sesampainya di hotel kejutan kecil muncul, saya disediakan handuk dingin dan welcome drink. Sebuah pelayanan yang saya tidak sangka disediakan oleh hotel kelas melati ini, sayapun dibolehkan untuk langsung masuk kamar, padahal saat itu baru jam 9 pagi. Saya langsung merebahkan badan dan tertidur, setelah semalaman tidur di lantai mushola Bandara yang dingin.

Hotel Kelas Melati tapi dapet welcome drink dan handuk dinging

Balkon lantai 2 Hotel

Mesjid di Siem Reap

Salah satu perempatan di Siem Reap

Menjelang siang saya langsung menuju mesjid yang jaraknya tidak sampai 1 KM dari hotel, untuk mengetahui arah kiblat dan makan siang. Cuacanya panasssssss dan terik, membuat saya malas untuk berjalan-jalan. Setelah makan saya hanya leyeh-leyeh di kamar hingga sore.

Setelah magrib saya baru keluar hotel lagi, kali ini saya menuju supermarket di depan hotel untuk mencari oleh-oleh. Supermarket di Siem Reap ini memakai USD untuk pembayarannya, dan hampir rata-rata produknya impor dari Thailand. Selesai dari supermarket saya berjalan ke Arah night Market, salah satu atraksi utama di Siem Reap.

Night market ini ya seperti pasar malam #Yaelah , but seriously, gak ada yang special disini (menurut saya ya). Yang banyak dijual adalah baju dengan bertuliskan Siem Reap berbagai model, souvenir seperti gantungan kunci dan magnet kulkas, kain tenun khas Siep Reap.

Night Market Siem Reap

Night Market Siem Reap

Night Market Siem Reap
Ada juga penjual Amok, yaitu shabu-shabu khas Siem Reap, tapi gak halal ya. Selain itu banyak Bar yang menjual bir dengan harga lebih murah dari air putih, rata-rata 50 cent segelas. Bener-bener surga buat yang suka mabok. Kalau saya sih hanya lewat, karena kata bang haji bir itu Haram.

Tidak sampai 1 jam saya berjalan-jalan di Night Market ini, tidak banyak yang dilihat juga. saya kembali ke hotel untuk tidur cepat, karena besok harus bangun sangat pagi untuk tur salah satu world Heritage Site oleh Unesco, komplek candi Angkor.

Sunday, November 12, 2017

Just Another 2 Negara 3 Kota Episode 6-Final

Episode sebelumnya disini.

Jam 6 Pagi waktu Kuala Lumpur, kereta antar Negara sampai di KL sentral. Gw saat itu masih ngantuk dan linglung mau kemana. Sambil mengumpulkan kesadaran yang masih tercecer, gw sarapan dulu di Mcd.

Setelah sarapan gw langsung menuju konter tiket untuk ke Genting. Karena dalam trip ini, gw gagal naik kereta gantung karena lagi maintenance. Keadaan konter penjual tiket masih sama, masih di pojokan lantai 2 dengan ibu-ibu penjaga yang jutek.

Tiket didapat, selanjutnya gw berniat menaruh backpack di penyewaan locker. Setelah melihat lihat harganya, gw memutuskan untuk nitip tas di Tune Hotel aja. 

Penyewaan locker seharga 10 RM, kalo gw nitip di hotel bayarnya Cuma 2 RM, tiket monorel 2,5 RM pulang pergi 5 RM. Jadi gw masih bisa saving 3 RM. Ya, gw sepelit seirit itu dulu pas backpackeran. 3 RM itu bisa buat 1 porsi nasi lemak. Walaupun jadi muter-muter tapi gak apa-apa, karena masih banyak waktu sampai gw maik bis ke Genting jam 10 nanti.

Setelah naro tas, gw sempetin main-main dulu ke Petronas, melihat gimana aktifitas warga KL saat minggu pagi. Ternyata di KL ada car free day juga lho #Wowfakta.

CFD Kuala Lumpur

Sebelum jam 10 gw langsung otw ke KL sentral lagi, dan 1 jam kemudian gw udah sampe genting.

Waktu menunjukkan pukul 11, cuaca Genting sat itu agak mendung dan berkabut. Tanpa berlama-lama gw menunaikan hal yang belum gw lakukan di trip sebelumnya. Naik kereta gantung.

Gw exited banget karena bakal naik kereta gantung yang cukup panjang dan membelah gunung. Karena agak berkabut, jadi pemandangan kerennya gak kelihatan. Karena berkabut, gw jadi berimajinasi ada di film Jurrassic Park 3, di kandang Pterodactyl, haha.

berkabut

berkabut

Kan serem kalo tiba-tiba muncul beginian

Setelah sekitar 20 menit, gw sampai di puncak. Mau masuk ke Kasino karena penasaran keadaan di dalem gimana, gw pake sandal. Jadi gak boleh masuk. Akhirnya selama 4 jam ya gw bingung aja gitu muter-muter gak jelas. Karena Genting ini adalah tempat wisata, banyak toko yang menurut gw overprice dan makanannya pun mahal-mahal.

Menjelang sore gw kembali ke KL, dan langsung menuju hotel. Malemnya gak kemana-mana selain makan. Gw pengen banyak tidur dan gegoleran di kamar aja. Besok paginya gw kembali ke Jakarta dan rutinitas sehari-hari lagi.


------End of Episode-----


Monday, October 2, 2017

Tiba-tiba suddenly Hong Kong

 Sebuah telpon memecah lamunan gw yg saat itu lagi di busway pulang kerja.

"Halo, dengan mas wian"

"Iya, saya sendiri"

"Saya R**** dari detik travel. Mau ngabarin kalau mas wian masuk salah satu dari 20 kandidat yang mau kita ajak ke Hong Kong"

Jantung gw langsung deg-degan, gw langsung pasang headset supaya suara lebih jelas

"Iya mas, alhamdulillah" jawab gw

"Nah sebelumnya saya mau konfirmasi dulu nih, paspor nya masih aktif, bla bla bla"

Oke ini kepanjangan kalo gw tulis. Intinya si mas detik ini nanya apakah gw siap kalo senin bisa pergi ke Hong Hong dengan kelengkapan ketebelecenya.

"Oke mas wian, makasih nanti dikabarin ya kalo menang, agak maleman tapi"

"Oke siap mas, makasih"


Saat itu gw gak berharap banyak. Karena akhir dan awal bulan itu adalah sesuatu yang tabu untuk cuti, karena pekerjaan gw yang mengharuskan wajib masuk untuk menyelesaikan tutup buku akhir bulan.
Long short story. Sekitar jam 8 malem gw ditelpon lagi.

Gw kira saat itu mau interview lanjutan, tapi ternyata GW MENANG!!!.

Saat itu gw langsung sujud sukur. Di postingan ini gw pernah berharap jalan-jalan keluar negeri gratis dab semuanya dibayarin. Alhamdulillah doa gw terjawab 2 tahun kemudian.

Dan inilah gw, saat ini lagi menikmati hadiah jalan-jalan ke Hong Kong gratis.
Tunggu cerita selanjutnya.




https://travel.detik.com/travel-news/d-3666132/ini-2-pembaca-detiktravel-yang-liburan-gratis-ke-hong-kong


Saturday, September 23, 2017

Staycation Story - Sunlake Hotel Sunter

Disclaimer : Postingan ini bukan postingan berbayar (ya kalau mau dibayar si oke aja), semua hal berdasarkan pengalaman penulis

Libur lebaran adalah saat paling saya tidak suka untuk berwisata. Kenapa??, karena pasti penuh dengan orang-orang yang berwisata juga, selain itu harga-harga pasti naik, baik itu makanan atau hotel atau harga tiket tempat wisatanya sendiri.

Tapi, masa libur lebaran kali ini tidak kemana-mana, karena itu kali ini saya memilih staycation saja.

Niat utama liburan kali ini sebenarnya adalah mengajak zaza berenang lagi. Tapi kok ya, berenang di waterboom dan sejenisnya mahal, akhirnya bu istri menyarankan menginap saja di hotel yang ada kolam renangnya sekalian, sebuah saran yang langsung saya iyakan.

Dari beberapa pilihan hotel di luar kota, kami mengerucut ke hotel dalam kota. Pertimbangannya adalah jika luar kota pasti penuh dan macet dengan orang-orang yang berlibur, lagipula harga-harga hotel saat libur lebaran pasti naik drastis.

Akhirnya saya memutuskan untuk memilih Sunlake Hotel. Selain karena jarak yang tidak terlalu jauh dari rumah, sekitar hotel ada mal dan banyak tempat makan, jadi tidak susah untuk sekalian wisata kuliner dan tidak keluar banyak ongkos #JiwaBackpacker. Selain itu harga kamarnya cukup masuk akal untuk saya, yaitu sekitar 570 ribuan termasuk sarapan untuk 2 orang. Oiya, hotel ini juga sudah berbintang 5 lho.

Lobby Hotel

Saya tau hotel Sunlake ini karena kantor pernah mengadakan acara disini, dan saat itu saya cukup puas dengan pelayanan dan fasilitas hotel ini. Tapi itu tahun 2013, sedangkan saat ini sudah 4 tahun saya cukup ada perasaan was-was juga saat memesan hotel ini.

Memasuki lobby hotel saya disambut oleh seorang satpam yang menyambut ramah dan membukakan pintu. Keadaan lobby saat itu cukup ramai, mungkin karena banyak yang liburan juga. Di beberapa bagian lobby banyak tersedia sofa, ada juga hiasan khas idul fitri. Saya langsung menuju resepsionis untuk check in.

Resepsionis saat itu cukup padat dengan tamu-tamu hotel yang ingin check in dan check out. setelah mengantri beberapa saat saya mendapat giliran pelayanan.

Receptionist desk yang penuh tamu

Untuk check in saya hanya perlu menunjukkan bukti email dengan nomor booking dan menunjukkan ktp, Lalu menandatangani dokumen check in. Tidak sampai 10 menit saya sudah mendapatkan kunci kamar beserta breakfast voucher dan kupon peminjaman handuk di kolam renang. Selain itu ada juga wifi password, sayangnya hanya bisa digunakan 1 ID saja.
"Kesan Pertama saat Check in tidak ribet dan cepet dengan pelayanan ramah, walaupun saat itu cukup ramai."
Saya langsung naik lift dan menuju kamar dengan view danau sunter. Saat sampai dan membuka pintu kamar, saya terkejut karena kamar masih berantakan dan belum siap. Saya langsung memanggil petugas room service yang kebetulan ada di kamar sebelah yang sedang dibersihkan.

Si petugas mengarahkan saya untuk kembali ke resepsionis dan meminta maaf, ternyata si mbak resepsionis salah mendengar kamar yang sudah siap dari petugas room cleaning. Kunci kamar saya langsung ditukar dengan yang baru, mbak resepsionispun tidak henti-hentinya meminta maaf. Bagi saya sih tidak apa-apa karena memang keadaan sangat ramai. 

Walaupun saya sedikit kecewa karena kamar baru yang diberikan menghadap kolam renang dan city view, kekecewaan saya cukup terobati karena keadaan kamar yang wow.

Kamarnya sangat luas bagi saya. Lantainya dilapisi karpet seluruhnya, sehingga saya tidak kuatir zaza merangkak di lantai. Tempat tidurnya ukuran queen size dan sangat nyaman. Saluran televisi  kabelnya cukup lengkap. Ada sofa dan lazy chair di sudut ruangan. Fasilitas pembuat kopi tersedia lengkap, ada juga kulkas mini di bawah televisi.

Deluxe King Room

Deluxe King Room

Yang membuat saya senang adalah ada meja kerja di sudut ruangan yang lain, tersedia juga kabel lan dengan kecepatan yang sangat mumpuni. Tiap kamarpun dilengkapi balkon yang luas untuk melihat pemandangan.

Meja Kerja yang asik
Coffee and tea making Facilities

Kamar mandinya bersih dengan bathtup dan shower yang menjadi satu. Amenities tersedia lengkap. Airnya lancar dan deras, baik air panas maupun dingin.

Zaza sangat senang merangkak kesana kemari, saya langsung duduk di lazy chair dan menghirup kopi sambil menonton tv. Setelah itu kami ketiduran sebentar sambil menunggu sore, sehingga cuaca tidak terlalu panas untuk berenang.


High Speed Internet
Sore hari kami berenang,tidak perlu membawa handuk dari kamar karena disediakan peminjaman handuk di area kolam renang. Kolamnya terbagi dua,kolam dewasa dan anak-anak. Zaza berenang di area anak bersama bundanya,saya berkeliling sebentar untuk melihat lihat area sekitar kolam renang.

Kupon Peminjaman Handuk

Kolam renang
Fasilitas hotel ini cukup lengkap,selain kolam renang yang luas, ada gym, taman bermain anak dan lapangan tenis. Setelah mengambil beberapa foto saya ikut berenang, tapi tidak lama karena zaza kedinginan. Setelah membilas badan di shower yang ada di area kolam kami kembali ke kamar untuk bersiap-siap makan malam. Kami makan di area mall of Indonesia kelapa gading yang cukup dekat dengan hotel,setelah itu kami tertidur pulas di kamar dengan kasur empuk yang nyaman.

Gym

lapangan tenis dan taman permainan anak
Saya sudah merencanakan sarapan di jam awal buka,sehingga makanan masih lengkap dan tidak terlalu ramai. Saya sarapan pukul 6.30 dan benar saja,keadaan tidak terlalu ramai.

Menu sarapan cukup lengkap, tapi standar saja untuk hotel sekelas bintang 5. Tapi variasi menunya cukup menyenangkan. Ada bread corner yang menyajikan aneka roti tawar yang bisa dipanggang, ada juga aneka pastri dengan porsi mungil berisi aneka rasa yang cukup enak.

Breakfast Buffet

Bread Corner
Tak lengkap rasanya sarapan tanpa telur, nah egg corner yang tersedia menyediakan aneka telur yang bisa dipesan sesuai selera.

Untuk menu buffee menunya cukup oke, standar saja ada nasi goreng,mie goreng,sosis,potato wedges. Ada satu menu yang membuat saya kagum, yaitu tongseng sapi, menu yang agak tidak lazim untuk sarapan, but hey were Indonesian, we eat lontong sayur pedas untuk sarapan, untuk tongseng ??, kenapa tidak kan.

Tongseng for Breakfast, Anyone??
Untuk anak ada cereal corner, dengan pilihan coco crunch sampai cereal jagung, tentunya dengan susu segar.

Cereal Corner
Untuk yang tidak ingin makan terlalu berat, ada bermacam salad yang bisa dipilih.

Minuman cukup beragam, selain teh atau kopi, ada beragam jus seperti jambu dan jeruk, selain air putih tentunya.

Nasi Liwet !!!

Puding dan buah segar

Omelete


Setelah makan kami kembali lagi ke kamar untuk packing, zaza diajak bundanya berenang sekali lagi, ayahnya ya mencoba high speed internet dan menulis draft postingan ini.

Jam 11.30 kami check out. Secara umum saya cukup puas dengan pelayanan hotel ini. Dan apakah saya akan kembali lagi jika ada kesempatan??, yes i will.

Skor umum : 8/10
Kamar : 9/10
Pelayanan : 8/10
Fasilitas : 8/10
Sarapan :7/10


Saturday, September 9, 2017

Babymoon Jepang Day 3 : Seharian main di Universal Studio Japan

Perjalanan dari Tokyo ke Osaka menggunakan willer bus memakan waktu 8 jam, dan benar-benar tepat. Pukul 8 tepat kami sudah sampai di pemberhentian terakhir yang kami pilih, Universal Studio Japan.

Antrian tiket pagi itu sangat ramai dan panjang, wajar saja karena saat itu hari minggu. Saya dan Bu istri langsung ikut mengantri. Walaupun sangat ramai antrian berjalan tertib dan lancar, juga cukup cepat. Tidak sampai 20 menit saya sudah mendapatkan tiket dan langsung menuju locker room untuk menaruh tas dan mengganti baju, maklum tidak mandi, haha.

Antrian USJ

Biaya titip barang di Locker USJ

Locker USJ

Harga Tiket

Tujuan utama kami adalah The Wizarding world of Harry Potter satu-satunya di daratan asia. Memasuki hutan yang saya lupa namanya ini, hawa Harry Potter sudah mulai terasa. Disini kita bisa melihat mobil yang menabrak pohon saat digunakan Ron dan Harry untuk masuk ke dunia sihir

Tiket USJ

Antri !!!!

Setelah itu kita akan memasuki daerah Hogsmeade, disini setiap sudut sepertinya sangat instagenic. Setelah gerbang Hogsmeade kita bisa berfoto di depan lokomotif Hogwarts Express, ditemani oleh masinis yang sangat ramah ini.

Weasley's Car

Hosmeade Gate
Arrived at Hogswarts

Di area Hogsmeade ini banyak toko-toko yang menjual pernak-pernik yang ada di dunia Harry Potter, ada baju, jubah dari 4 klan di Hogwarts, tongkat sihir. Ada juga toko permen beraneka rasa.

Yang paling wajib dicoba disini adalah butter beer, walaupun disebut beer, tapi minuman ini tanpa alcohol. Kalau membeli butter beer ini, jangan lupa sekalian membeli mug yang bisa dibawa pulang ya, jangan seperti saya yang menyesal karena tidak sekalian membeli mug yang dijual bersama butter beer ini, huvt.

Butter Beer Stall

Butter Beer Freeze(kiri) dan dingin (kanan) 

Butter Beer

Selanjutnya adalah area Hogwarts Castle. Didalam castle ini adalah permainan Harry Potter and forbidden Journey, Antriannya??. Jangan ditanya lah, bisa 2 jam mengantri untuk mencoba permainan ini. kalau kalian malas mengantri, ada juga antrian untuk tour masuk Hogwarts Castle yang tanpa mengantri, tapi apakah rela jauh-jauh main dan sudah sampai sini tidak mencoba permainannya ??

Hogswarts castle

Pssst, jangan lupa untuk mencoba toiletnya, kalian akan dikejutkan oleh suara si hantu wanita Moaning Myrtle. Tapi hanya suara saja kok, tanpa penampakan atau cosplaynya, haha.

Waktu berjalan sangat cepat, hampir setengah hari saya habiskan di tempat ini. Rasanya sangat puas bisa mengunjungi tempat-tempat iconic di film Harry Potter.

Jaw's movie set

New York Area

Banyak tempat menarik dan permainan lain, rata-rata sih live show, seperti terminator, dan Jaws. Sayang di permainan Jaws tidak boleh mengambil foto ataupun video.

Satu lagi yang cukup seru adalah di Jurassic World, benar-benar ada Dinosaurus dengan ukuran yang sebenarnya.


Tidak terasa sudah hampir pukul 6 sore, walaupun taman bermain buka sampai jam 8 malam, karena keterbatasan waktu kami harus segera menuju hotel, untuk mengeksplor Osaka di malam hari.

Cuma satu kekurangan dari USJ ini, semua atraksi di dubbing dengan bahasa Jepang, termasuk suara Harry Potter.